Apple dan Google Diminta Hapus Aplikasi Telegram

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mantan Duta Besar Amerika Serikat, Maroko Marc Ginsberg menggugat Apple, menuntut perusahaan menghapus aplikasi Telegram dari toko aplikasi mereka.

Menurut gugatan yang dilayangkan pada 17 Januari lalu itu, aplikasi perpesanan tersebut digunakan untuk membantu mengkoordinasikan kekerasan, ekstremisme, rasisme, dan antisemitisme.

"Telegram digunakan untuk mengintimidasi, mengancam dan memaksa anggota masyarakat," ujarnya, dikutip dari situs CNet, Selasa 26 Januari 2021.

Jika Telegram tetap berada di App Store, Ginsberg dan orang lain seperti dia akan menghadapi kerugian ekonomi dan tekanan emosional sebagai orang yang ditargetkan pengguna aplikasi tersebut.

Tidak hanya Apple, ia juga dilaporkan menggugat Alphabet, agar Telegram dihapus dari Google Play Store. Penggugat lain yang termasuk di dalamnya adalah The Coalition for a Safer Web.

"Telegram terus mengalirkan hasutan ekstrem dalam platformnya, mempromosikan kekerasan politik saat kelompok ekstremis dan individu bermigrasi ke Telegram menyusul penangguhan Parler oleh Apple," kata pengaduan tersebut.

Platform Parler dihapus dari Google Play Store dan Apple App Store, setelah pemberontakan di US Capitol pada 6 Januari lalu. Baik Apple maupun Google belum berkomentar mengenai gugatan tersebut.

“Google belum mengambil tindakan apa pun terhadap Telegram. Kami harap tindakannya sebanding dengan yang dilakukannya terhadap Parler, untuk memaksa Telegram meningkatkan kebijakan moderasi kontennya,” kata gugatan Ginsberg.