Apple Kurangi Ketergantungan dari Produk China

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVAApple mulai mencoba mengurangi ketergantungannya dengan China. Spekulasi ini terbukti dengan adanya penurunan komponen asal negeri Tirai Bambu pada ponsel terbarunya, iPhone 12 Pro yang baru saja diluncurkan.

Dilansir dari laman Gizmochina, Selasa, 24 November 2020, ponsel anyar yang dibongkar itu berisi komponen asal Korea Selatan yang menyumbang hampir 27 persen dari nilai ponsel. Angka ini meningkat signifikan, sebesar 9,1 persen.

Bahkan, komponen asal negeri Gingseng ini nilainya lebih besar dibanding komponen asal Amerika Selatan. Rumornya, biaya iPhone 12 Pro menghabiskan US$406 atau Rp5,7 juta.

Persentase komponen dari Korea Selatan sebanyak 26,8 persen, sedangkan Amerika Serikat hanya 21,9 persen. Perangkat ini menggunakan panel layar OLED yang dipasok Samsung Display dan LG Display.

Selain OLED, perusahaan juga memasok chip untuk iPhone 12. Pemasok utama lainnya adalah Sony yang berbasis di Jepang, menyediakan tiga lensa kamera dengan masing-masing harga US$5,4 hingga US$7,4 atau Rp76-105 ribu.

Bicara soal baterai, rumor menyebut Apple memangkas 10 persen dari kapasitas. Kemungkinan mereka akan mengisinya dengan fitur terbaru, ialah konektivitas jaringan 5G.

Baterainya sendiri dipasok dari Amperex Technology Ltd., merupakan anak perusahaan TDK Jepang yang berbasis di Hongkong. Sementara itu, komponen China hanya menyumbang kurang dari lima persen dari total nilai.

Keputusan ini kemungkinan berkaitan dengan perang dagang antara China dengan Amerika Serikat. Sehingga Apple memutuskan memindahkan produksinya ke wilayah lain