Top 3: Microsoft Kini Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Microsoft menjadi perusahaan publik paling berharga di dunia, menggeser Apple. Hal itu menyusul kinerja Apple yang meleset dari ekspektasi.

Nilai pasar Apple tercatat sekitar USD 2,46 triliun atau sekitar Rp 35.002,23 triliun (kurs Rp 14.228 per USD) saat penutupan perdagangan Jumat, 29 Oktober 2021.

Sementara Microsoft mencapai hampir USD 2,49 triliun atau sekitar Rp 35.429,09 triliun. Sebagai akibat dari kendala rantai pasokan, pendapatan fiskal kuartal keempat Apple meleset dari ekspektasi Wall Street.

Artikel Apple Minggir Dulu, Microsoft Kini Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia menjadi salah satu artikel yang menyita perhatian di saham. Berikut tiga artikel terpopuler di saham yang dirangkum pada Minggu, (31/10/2021):

1.Apple Minggir Dulu, Microsoft Kini Jadi Perusahaan Paling Berharga di Dunia

Microsoft menjadi perusahaan publik paling berharga di dunia, menggeser Apple. Hal itu menyusul kinerja Apple yang meleset dari ekspektasi.

Nilai pasar Apple tercatat sekitar USD 2,46 triliun atau sekitar Rp 35.002,23 triliun (kurs Rp 14.228 per USD) saat penutupan perdagangan Jumat, 29 Oktober 2021.

Sementara Microsoft mencapai hampir USD 2,49 triliun atau sekitar Rp 35.429,09 triliun. Sebagai akibat dari kendala rantai pasokan, pendapatan fiskal kuartal keempat Apple meleset dari ekspektasi Wall Street.

Berita selengkapnya baca di sini

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2.10 Saham Paling Perkasa pada 25-29 Oktober 2021

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG sore ini ditutup di zona hijau pada level 6.296 naik 21,62 poin atau 0,34 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kinerja negatif pada periode 25-29 Oktober 2021 ke level 6.591,35. Meski demikian, ada 10 saham paling moncer yang mencetak untung terbesar yang layak dicermati investor.

Selama periode 25-29 Oktober 2021, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, IHSG menguat 0,79 persen dari posisi pekan lalu 6,643.74.

Pada pekan ini, pasar Modal Indonesia sedang lesu, ditandai dengan hanya tiga sektor yang menghijau yaitu consumer cyclical, healthcare dan teknologi. Sementara sektor-sektor lainnya ada di zona merah.

Berita selengkapnya baca di sini

3.Penjualan Apple Meleset dari Prediksi, Masalah Pasokan Jadi Kendala

Apple Store. Kredit: Michael Gaida via Pixabay
Apple Store. Kredit: Michael Gaida via Pixabay

Pendapatan Apple turun di bawah harapan Wall Street di kuartal IV tahun fiskal pada Kamis, 29 Oktober 2021. CEO Apple Tim Cook mengaitkan dengan kendala pasokan yang lebih besar dari perkiraan pada iPhone, iPad dan Mac.

Selama perpanjangan masa perdagangan saham Apple jatuh lebih dari 3 persen. "Kami memiliki kinerja yang sangat kuat meskipun kendala pasokan lebih besar dari yang diharapkan. Perkiraan itu sekitar USD 6 miliar (setara Rp 85,1 triliun, estimasi kurs Rp 14.187 per dolar AS),” ujar Cook dilansir dari laman CNBC, ditulis Sabtu, 30 Oktober 2021.

Cook menambahkan kendala pasokan didorong kekurangan chip di seluruh industri. Selain itu, kondisi COVID-19 yang belum mereda gangguan manufaktur di Asia Tenggara.

Berita selengkapnya baca di sini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel