Apple Mulai Produksi Mobil Otonom pada 2024

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Apple terus berusaha untuk bisa memproduksi mobil dengan teknologi self-driving atau otonom. Menurut laporan baru, Apple menargetkan akan memproduksi mobil otonom pada 2024.

Dilansir Reuters, Kamis (24/12/2020), menurut sejumlah sumber, Apple akan menggunakan teknologi baterai yang lebih baik miliknya.

Upaya Apple di industri otomotif dikenal dengan nama Project Titan sejak 2014. Perusahaan mulai merancang kendaraannya sendiri sejak awal.

Namun Apple sempat dilaporkan menangguhkan upaya tersebut, kemudian mengalihkan fokus ke software dan menilai kembali tujuannya.

Doug Field yang sebelumnya bekerja di Tesla, kembali ke Apple untuk mengawasi projek tersebut pada 2018. Ia lalu memberhentikan 190 orang dari tim itu pada 2019.

Sejak saat itu, menurut sumber, Apple telah cukup berkembang sehingga kini bertujuan membuat kendaraan untuk konsumen. Target Apple adalah memproduksi kendaraan pribadi untuk pasar massal.

Terobosan Baru

Ilustrasi Apple (AP Photo/Mark Lennihan)
Ilustrasi Apple (AP Photo/Mark Lennihan)

Inti dari strategi Apple saat ini adalah desain baterai baru, yang dapat mengurangi biaya baterai dalam jumlah besar, dan meningkatkan jangkauan kendaraan.

Sejauh ini pihak Apple menolak berkomentar tentang recana atau produk terbarunya.

Tantangan Apple

Membuat kendaraan artinya Apple akan menghadapi tantangan di rantai suplai, meskipun perusahaan memiliki modal besar. CEO Tesla, Elon Musk, membutuhkan waktu 17 tahun sebelum akhirnya mendapatkan keuntungan berkelanjutan dari produksi mobil.

"Jika ada satu perusahaan di planet ini yang memiliki sumber daya untuk melakukannya, itu mungkin adalah Apple. Namun pada saat yang sama, ini bukan ponsel," ungkap seseorang dari tim Project Titan.

Belum ada informasi mengenai perusahaan yang akan merakit mobil Apple. Menurut sumber, Apple kemungkinan akan bergantung pada mitra manufaktur untuk memproduksi kendaraan.

Kendati menargetkan produksi mobil otonom pada 2024, ada kemungkinan proses tersebut akan tertunda karena pandemi Covid-19. Hal ini membuat produksinya bisa saja dimulai pada 2025 atau setelahnya

(Din/Ysl)