Apple Tutup Semua Toko dan Kantor di Tiongkok Gara-Gara Virus Corona

Liputan6.com, Jakarta - Apple memutuskan untuk menutup sementara seluruh toko resmi dan kantornya di Tiongkok hingga 9 Februari 2020.

Penutupan ini seiring dengan ketakutan akan penyebaran virus corona yang terus mengancam. Menurut laporan terbaru, korban meninggal dunia akibat virus corona kini mencapai 250 jiwa.

Dalam pernyataannya, Apple menyebut penutupan seluruh toko dan kantor Apple ini berdasarkan saran para ahli kesehatan.

"Karena alasan kehati-hatian dan berdasarkan saran terbaru dari para ahli kesehatan terkemuka, kami menutup semua kantor perusahaan, toko, dan contact center kami di Tiongkok hingga 9 Februari," kata Apple dalam pernyataan, sebagaimana dikutip Reuters, Senin (3/2/2020).

Perusahaan berharap bisa membuka kembali toko "sesegera mungkin". Sebelumnya pada pekan lalu, Apple telah menutup tiga toko resminya di Tiongkok, juga karena khawatir akan penyebaran virus corona.

Kata Tim Cook

Antrean pembelian iPhone 8 di Apple Store di London tak seramai biasanya (Asanka Brendon Ratnayake/Anadolu Agency)

Tidak hanya toko Apple, perusahaan waralaba seperti Starbucks dan McDonald juga menutup gerainya sebagai upaya pencegahan terhadap virus corona.

Apple sendiri sangat bergantung pada Tiongkok, baik dari segi penjualan maupun manufaktur produknya.

Dalam pernyataan kepada para investor, CEO Apple Tim Cook menyebut, perusahaan telah mengambil langkah mitigasi untuk menangani kemungkinan kerugian produksi dari pemasoknya di Kota Wuhan.

Wuhan disebut-sebut merupakan tempat asal wabah virus corona, sekaligus pabrik bagi beberapa pemasok Apple.

Sebelumnya Cuma 3 Toko yang Ditutup

Ilustrasi: Selain menjadi toko ritel pertama di Asia Tenggara, Apple Store ini juga menjadi toko pertama yang sepenuhnya menggunakan energi terbarukan (sumber : bgr.com)

Keputusan menutup sementara tiga toko Apple di Tiongkok ini dilakukan untuk melindungi karyawan dari wabah virus corona yang kini menghantui negara tirai bambu.

Mengutip laman Business Insider, Jumat (31/1/2020), penambahan jumlah toko Apple yang ditutup sementara ini diumumkan melalui laman Apple.

Sebelumnya, ketiga toko Apple yang ditutup sementara di Tiongkok antara lain adalah, Rainbow City store yang berlokasi di distrik Nanjing, Tahoe Plaza store yang berlokasi di Fuzhou, dan Vientiane City yang berlokasi di Qingdao.

Rainbow City dan Tahoe Plaza store ditutup hingga 2 Februari dan rencananya akan dibuka kembali pada 3 Februari 2020. Sementara itu, toko Qingdao ditutup hingga 3 Februari dan baru akan buka 4 Februari mendatang.

Namun, hingga keputusan terbaru, toko Apple baru akan dibuka pada 9 Februari 2020. 

(Tin/Why)