APRIL Group restorasi hutan seluas 12 ribu ha melalui program RER

Presiden Direktur PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) unit usaha APRIL Group Sihol Aritonang mencatat telah merestorasi hutan seluas 12 ribu hektare (ha) melalui program Restorasi Ekosistem Riau (RER).

“RER menjadi bentuk nyata komitmen APRIL Group dalam mendukung upaya nasional di bidang keanekaragaman hayati, serta pengendalian perubahan iklim dengan mengurangi emisi karbon,” kata Sihol dalam sesi wawancara dengan wartawan di Nusa Dua, Bali, Selasa.

RER sejalan dengan aksi-aksi mitigasi yang dirancang oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia untuk mencapai Forest and Other Land Use (FoLU) Net Sink 2030.

Sihol mengatakan komitmen APRIL Group dilanjutkan dengan peluncuran komitmen APRIL2030 pada November 2020 lalu dimana perusahaan melanjutkan komitmennya di bidang lingkungan dengan menginvestasikan total 100 juta dolar AS dalam kurun waktu 10 tahun.

“Ini diperkuat dengan menyisihkan US$ 1 dari setiap ton serat hutan tanaman industri yang dipanen per tahun untuk konservasi lanskap,” katanya.

RER merupakan program restorasi ekosistem yang diinisiasi APRIL Group, produsen serat, pulp dan kertas yang mengelola hutan tanaman industri dan menjalankan kegiatan manufaktur di Provinsi Riau.

Sejak 2013 RER berkomitmen melindungi, merestorasi dan mengkonservasi ekosistem di lahan gambut, menjaga stok karbon serta melestarikan keanekaragaman hayati di konsesi seluas 150.693 ha di Riau.

Hingga 2021, RER telah mengidentifikasi total 838 spesies, bertambah 12 jenis flora dan fauna di dalam kawasan restorasi dibanding tahun sebelumnya, dengan rincian, sebanyak 78 spesies mamalia, 311 spesies burung, 106 spesies amfibi dan reptil, 196 spesies pohon, 89 spesies ikan, dan 58 spesies serangga ditemukan di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.

Dari angka tersebut, sebanyak 69 spesies terdaftar di Daftar Merah IUCN sebagai rentan (39), hampir punah (18) atau terancam punah (12). Terdapat pula 117 spesies yang masuk dalam daftar CITES dan 99 spesies tercatat oleh Pemerintah Indonesia sebagai dilindungi.

RER juga mencatatkan kemajuan dalam upaya pemulihan hutan dengan merestorasi hutan seluas hampir 12.000 hektare melalui berbagai metode restorasi, seperti penanaman, pemeliharaan, regenerasi alami dengan bantuan manusia dan regenerasi alami.

Pada 2021, RER mengembangkan 38.000 bibit di 7 persemaian anakan alam yang tersebar di kawasan kelolaan dan restorasi hidrologis juga terus dijalankan dimana sejauh ini telah terbangun 87 bendungan untuk menutup 31 sistem kanal sepanjang 176,3 kilometer di Semenanjung Kampar dan Pulau Padang.

Baca juga: APRIL investasi Rp33 triliun produksi pembungkus bahan berkelanjutan

Baca juga: APKI wujudkan pengembangan industri pulp dan kertas berbasis ESG