Aprindo: 150 ribu pekerja ritel sudah divaksin

·Bacaan 2 menit

Ketua Umum Asosiasi Peritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menyebutkan sampai saat ini sudah ada 150 ribu pekerja di sektor ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) divaksin COVID-19.

"Kami sampaikan Aprindo sudah melakukan vaksinasi untuk 150 ribu pekerja ritel dan UMKM sebagai dukungan aktif asosiasi kepada pemerintah," kata Roy di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu.

Roy menyampaikan hal tersebut saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama para ketua asosiasi pengusaha lain termasuk Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja.

"Kami juga mengundang Presiden untuk memperingati Hari Ritel Nasional pada 11 November yang akan mengikutsertakan UMKM dan seluruh peritel Indonesia," tambah Roy.

Dalam pertemuan tersebut, Roy menyebut Presiden Jokowi akan menindaklanjuti sejumlah masukan yang disampaikan oleh Aprindo.

"Presiden mengatakan tentu akan menindaklanjuti karena ini berkaitan dengan pelaku usaha khususnya pasar swalayan yang berkontribusi pada konsumsi rumah tangga yang perlu mendapat perhatian dan akan ditindaklanjuti juga untuk segala peraturan yang menggerus atau menghambat investasi dari pasar modern atau pasar swalayan," ungkap Roy.

Roy mengungkapkan pihaknya berharap sektor ritel masuk ke dalam sektor prioritas dalam kondisi pandemi COVID-19 sehingga mendapatkan kesempatan untuk restrukturisasi kredit, kelonggaran aturan waralaba, serta pengaturan ulang royalti musik di pasar swalayan.

"Kami menyambut baik karena inilah harapan kami kepastian hukum dan kemudahan berusaha serta kami mintakan juga agar senantiasa melibatkan pelaku usaha dalam komunikasi dan koordinasi publik sebelum regulasi diberlakukan dan stimulus diberikan," tambahnya.

Namun Roy mengakui dengan penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada kuartal III, prediksi pertumbuhan ekonomi termasuk di sektor ritel akan berkurang.

"Pada kuartal II ketika ekonomi nasional tumbuh 7,07 persen, ritel mengontribusi pertumbuhan 5,49 persen, tapi kita tahu ketika kuartal III terjadi PPKM darurat dan leveling, maka kita juga terdampak dan IPR (indeks penjualan riil) juga menunjukkan kita minus 15-18 persen artinya pertumbuhan ekonomi diperkirakan sekitar 4-4,5 persen dan pertumbuhan ritel yang dari 5,49 persen menjadi 2,5-3 persen," jelasnya.

Meski ada penurunan, tapi Roy menyebut pengusaha ritel masih punya semangat bahwa kuartal IV akan lebih baik dibanding kuartal III 2021.

Sementara itu, Alphonzus menyebut dalam pertemuan itu pihaknya berharap anak-anak berusia di bawah 12 tahun diperbolehkan masuk ke pusat perbelanjaan atau mal.

"Pusat perbelanjaan juga mengharapkan anak-anak di bawah usia 12 tahun bisa diperbolehkan masuk. Kenapa? Karena, sekarang ini sebetulnya di dalam pusat perbelanjaan itu praktis sudah divaksinasi jadi relatif pusat perbelanjaan jauh lebih aman dan sehat," katanya.

Apalagi, saat ini waktu untuk makan di restoran yang berlokasi di pusat perbelanjaan ditambah menjadi satu jam.

"Tentunya, kita harus bisa menunjukkan kepada pemerintah bahwa pusat perbelanjaan telah menerapkan pemberlakuan wajib vaksinasi dengan aplikasi PeduliLindungi, saya kira pusat perbelanjaan selama ini sudah menunjukkan konsistensi di dalam pelaksanaannya," ungkap Alphonzus.

Baca juga: Pengusaha ritel berharap dimasukkan ke sektor prioritas
Baca juga: Pengusaha ritel minta pemerintah tinjau ulang usulan kenaikan pajak
Baca juga: BPS: Mobilitas perdagangan, ritel, dan rekreasi, turun pada Juli 2021

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel