Aprindo: penurunan kualitas beras relatif

Nusarina Yuliastuti

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebutkan bahwa penurunan kualitas beras merupakan sesuatu yang relatif atau tidak mutlak diukur.

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey di Jakarta, Rabu, mengatakan hal tersebut terkait masalah 20 ribu beras Bulog yang turun mutu.

"Sebenarnya penurunan kualitas itu relatif karena Pak Kepala Bulog sendiri sudah menyampaikan bahwa justru beras medium yang dipasarkan nanti ke ritel modern itu sebenarnya beras yang berkualitas," katanya.

Aprindo telah meneken nota kesepahaman dengan Perum Bulog untuk menjadi mitra untuk menjual beras medium Bulog ke ritel modern sejak 12 November lalu.

Baca juga: Mendag akan bahas 20 ribu ton beras Bulog turun mutu di rakortas

Namun, Roy memastikan beras medium yang disalurkan ke ritel modern itu merupakan beras berkualitas.

"Memang sudah berkualitas layak untuk dikonsumsi. Kalau yang dibilang level rendah dan lain sebagainya sepertinya sudah ada pemisahan yang dilakukan oleh Bulog sendiri," katanya.

Terkait beras Bulog yang turun mutu, Roy mengatakan beras tersebut masih dapat diolah seperti dikatakan oleh Direktur Utama Bulog Budi Waseso untuk dijadikan pakan ternak hingga etanol.

"Jadi kami mempercayai dan mengapresiasi usaha maksimal yang dilakukan oleh Bulog. Aprindo juga berupaya untuk menyambut dan menyerap beras-beras medium ini," ujarnya.

Baca juga: Emil Salim: Pemusnahan 20.000 ton beras kekeliruan kebijakan pangan

Roy mengaku tidak khawatir jika kualitas beras medium yang disalurkan dari Bulog buruk. Ia meyakini kinerja perusahaan BUMN itu sudah berubah dan masalah beras jelek dan berkutu adalah masa lalu.

"Ya itu, saya bilang relatif. Semangat yang dilakukan Kepala Bulog Budi Waseso ini kita ketahui memang Bulog betul-betul ingin merevitalisasi kembali stigma yang lalu itu sekarang sudah berubah dan tentu ini akan jauh lebih baik. Kita harus percaya terhadap apa yang dinyatakan," katanya.
Baca juga: Aprindo: Beras medium Bulog miliki kualitas premium