Apriyani Rahayu Persembahkan Emas Olimpiade untuk Almarhumah Ibu

·Bacaan 1 menit

VIVA – Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengukir sejarah megah di Olimpiade 2020 Tokyo. Mereka tampil sebagai ganda putri Indonesia pertama yang sukses merebut medali emas di Olimpiade.

Tak cuma itu, torehan tersebut sekaligus menjaga tradisi medali emas dari cabang olahraga bulutangkis. Kejutan demi kejutan dipersembahkan Greysia/Apriyani, setelah tampil menjadi ganda putri Indonesia pertama yang mengamankan tiket semifinal Olimpiade pada 29 Juli, Greysia/Apriyani melanjutkan kisah manis itu dengan melaju ke final.

Perjalan kian sempurna karena Greysia/Apriyani mencatatkan diri sebagai perengkuh medali emas di Olimpiade usai melibas unggulan dua asal China Chen Qingchen/Jia Yifan 21-19 dan 21-15 pada Senin 2 Agustus 2021 siang waktu setempat.

Apriyani pun buka suara soal torehan di Olimpiade. Menurut Apriyani, medali emas
Olimpiade dipersembahkan untuk almarhumah ibunya.

“Medali emas ini bukan hanya impian Ka Greysia, tetapi juga saya. Medali emas ini untuk almarhumah orangtua saya dan kakakku,” ujar Apriyani dari keterangan tertulis yang diterima VIVA.

Greysia dipasangkan dengan Apriyani pada 2017. Tepatnya, setelah Nitya Krishinda Maheswari cedera. Kala itu, Greysia bahkan sudah berniat menggantung raket. Namun, rencana itu akhirnya ditunda karena pelatih Eng Hian memintanya untuk mendampingi junior, yang kebetulan saat itu Apriyani datang ke Pelatnas PBSI Cipayung.

“Saya berpasangan dengan Greysia empat tahun lalu. Perjalanan panjang, di mana saya belajar untuk mendewasakan diri. Hari ini kami mendapatkan semua, berkat dari Allah dan doa keluarga serta masyarakat Indonesia. Kami sangat senang dan Bahagia,” kata Apriyani.

Keping emas Greysia/Apriyani sekaligus mendongkrak peringkat Indonesia di klasemen medali. Hingga 16.45 JST, Indonesia menempati ranking 34 dengan perolehan 1 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Medali Indonesia masih bisa bertambah karena masih ada atlet Merah Putih yang akan bertanding, yaitu Anthony Sinisuka Ginting di perebutan medali perunggu serta lifter Nurul Akmal yang akan turun di kelas +87kg putri. (Pn)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel