APTISI sebut lebih dari 1.000 PTS lakukan digitalisasi

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) M Budi Djatmiko menyatakan lebih dari 1.000 perguruan tinggi swasta (PTS) di Tanah Air telah melakukan digitalisasi kampus.

“APTISI telah menghibahkan kepada seribu perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia, yakni inovasi andalan TECH, Edufecta, sebuah aplikasi penyedia sistem informasi manajemen. Ini adalah amunisi bagi transformasi dan digitalisasi perguruan tinggi,” ujar Budi Djatmiko dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan sedikitnya 1.000 PTS tersebut telah merasakan manfaat dari hibah pemanfaatan platform Edufecta yang dapat digunakan selama lima tahun.

Budi kembali menegaskan bahwa reformasi dunia pendidikan hanya bisa diraih lewat kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak.

Baca juga: Aptisi gandeng Edufecta percepat digitalisasi 160 PTS

Baca juga: OBAT Apps solusi digitalisasi kampus farmasi

"Kolaborasi itu tak hanya dengan ekosistem perguruan tinggi, tetapi juga pihak swasta, baik industri teknologi ataupun sebagai penyerap tenaga kerja, pihak regulator, dan semua stakeholders terkait,” kata Budi Djatmiko.

Edufecta merupakan aplikasi manajemen kampus terintegrasi berbasis cloud, yang diciptakan PT Technomedia Interkom Cemerlang, anak usaha PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH), untuk percepatan digitalisasi perguruan tinggi di Indonesia.

CEO PT Technomedia Interkom Cemerlang, Ucu Komarudin, menjelaskan manfaat yang dihadirkan oleh Edufecta.

“Manfaatnya tidak hanya sebatas kegiatan belajar mengajar, tapi mulai dari semua proses pendaftaran mahasiswa baru hingga kegiatan pelaporan pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi,” kata Ucu.

CEO PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH), Billy Andrian, mengatakan kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari reformasi digital perguruan tinggi. Ini juga menjadi komitmen berkesinambungan yang diawali dengan semangat mewujudkan Program Kampus Merdeka.

“TECH dan APTISI adalah dua entitas yang memiliki tujuan akhir yang sama, mempersiapkan generasi Indonesia yang tanggap perubahan dan tidak gagap menghadapi laju perkembangan teknologi yang tidak akan pernah berhenti,” kata Billy.

Menurut Billy, kualitas SDM harus mampu mengimbangi kemajuan dunia teknologi. Lewat Edufecta dan bersama APTISI, pihaknya akan terus berkontribusi positif dalam mendampingi dunia pendidikan tinggi di Indonesia.*

Baca juga: Kemendikbudristek-Telkom tingkatkan digitalisasi kampus lewat TeSCA

Baca juga: UI pelopori inovasi dan transformasi program digitalisasi kampus

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel