Apvokasi Jatim-Unesa bersinergi siapkan "productivity center"

Nusarina Yuliastuti
·Bacaan 2 menit

Aliansi Pendidikan Vokasional Seluruh Indonesia (Apvokasi) Jawa Timur dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bersinergi menyiapkan productivity center dan penerapan riset untuk industri.

Ketua Apvoksi Jatim Dr. Ir Jamhadi, MBA di Surabaya, Jumat, mengatakan sebanyak 53 persen tenaga kerja di Indonesia hingga saat ini masih lulusan SD.

"Maka dari itu, untuk menyiapkan SDM unggul dan produktif, kami ingin Unesa dan BLK (Balai Latihan Kerja) bisa membuat productivity center," katanya.

Baca juga: Wapres: SDM Indonesia harus dipacu untuk bersaing di tingkat global

Menurut dia, SDM unggul dan productivity center sebagai solusi peningkatan produktivitas pekerja terhadap kenaikan upah minimum provinsi dan kabupaten/kota setiap tahunnya, sehingga bisnis di Jatim dan Indonesia tetap kompetitif.

"Nanti yang memberikan training bukan hanya dari BLK dan dari akademisi tapi dari pelaku industri," ujar Jamhadi.

Selain peningkatan SDM, Jamhadi juga menyinggung tentang riset yang dihasilkan dosen dan mahasiswa Unesa. Alangkah baiknya, kata Jamhadi, riset tersebut selain dibuat prototype, juga dibuat feasibility study (FS).

"Perlu disiapkan direktori riset untuk publik sebagai R&D pebisnis. Kami akan pertemukan hasil riset dari Unesa dengan dunia industri, sehingga periset dapat hasil dan dunia usaha tidak perlu memikirkan tinggal ambil riset tersebut, tentu syarat dan ketentuan yang dibahas antardua belah pihak," ujar Jamhadi.

Baca juga: Perpusnas minta perguruan tinggi kembangkan SDM melalui literasi

Apvokasi Jatim sebelumnya juga bekerja sama dalam peningkatan SDM unggul, produktif dan aplikasi riset akademisi untuk dunia industri bersama dengan Dinas Pendidikan Jawa Timur, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Untag 45 Surabaya, Universitas Surabaya, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim, Gubernur Jatim, Maspion Square, dan lain lainnya.

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes mengatakan Unesa telah mendapatkan izin pembukaan 10 program studi Sarjana Terapan.

Kesepuluh program studi tersebut adalah Manajemen Informatika Program Sarjana Terapan, Tata Busana Program Sarjana Terapan, Teknik Listrik Program Sarjana Terapan, Teknik Mesin Program Sarjana Terapan, Teknik Sipil Program Sarjana Terapan, Transportasi Program Sarjana Terapan, Tata Boga Program Sarjana Terapan, Desain Grafis Program Sarjana Terapan, Administrasi Negara Program Sarjana Terapan, dan Kepelatihan Olahraga Program Sarjana Terapan.

"Menyikapi konsep Mas Menteri yang Merdeka Belajar, kami harus menyiapkan lulusan yang tangguh, mampu berinovasi dan berkreasi, beradaptasi, dan berkolaborasi. Dalam nomenklatur terbaru, masing-masing prodi harus ada praktik selama 1 tahun atau setara 40 SKS. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dengan Apvoksi," kata Prof Nurhasan.