Aqin, penderita penyakit langka di Solo belum bisa bicara

MERDEKA.COM. Aqin Rizka Ayati (18), mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) jurusan Kimia, Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah yang divonis menderita penyakit langka, hingga Rabu (5/6) siang kondisinya masih memprihatinkan. Putri buruh bangunan, Agus Wibowo Hadi tersebut masih dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit dr Oen Solo.

"Pasien lebih banyak tidur dan belum bisa bicara karena masih terpasang alat bantu napas (ventilator). Untuk makan minum masih dibantu dengan sonde feeding," ujar Dokter Samuel Siswanto, dokter yang merawat Aqin.

Samuel yang juga Kepala Pelayanan Medik ICU RS dr.Oen mengatakan, tekanan darah pasien masih agak tinggi. Sementara suhu tubuh cenderung panas, dan kadang-kadang masih kejang.

"Kami tidak melakukan pemeriksaan laboratorium hari ini, kemungkinan besok pagi. Jika terbangun komunikasi masih dilakukan dengan bahasa isyarat," jelasnya.

Mengenai jenis penyakit, pihak RS belum bisa menyampaikan. Mereka masih menunggu hasil penelitian dan kesepakatan dengan keluarga.

Sebelumnya, cobaan berat dihadapi Aqin Rizka Ayati, mahasiswi semester dua tersebut seluruh badannya lumpuh. Aqin telah divonis menderita penyakit langka.

Humas Rumah Sakit dr Oen Kandangsapi Solo, Ajeng Sekar Arum mengatakan, Aqin memang terkena penyakit langka. Namun hingga saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan jenis penyakit langka tersebut.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.