Ar-Ra’d:11, Ayat Favorit Bung Karno dalam Berjuang

Syahdan Nurdin, Rahmatsahid
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Soekarno menilai bahwa sosok Nabi Muhammad SAW bukanlah ahli yang selalu duduk di dalam ketafakuran saja. Nabi juga adalah pemimpin yang ahli amal, ahli perbuatan, dan ahli perjuangan.

Dan sosok itulah yang Bung Karno tiiru dalam perjuangan. “Beliau, itulah yang saya tiru, di dalam khotbah-khotbahnya sering sekali mengucapkan ayat yang sering saya tirukan yaitu, Innallaha la yughayyiru ma biqaumin hatta yughayyiru ma bianfusihim.

Bahwa Tuhan tidak mengubah nasib suatu umat, sesuatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah akan nasibnya,” kata Bung Karno.

Hal itu Bung Karno sampaikan dalam pidato pada acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 6 Agustus 1963. Ayat yang Bung Karno kutip adalah QS. Ar-Ra’d:11. Ayat lengkap dan terjemahannya adalah sebagai berikut:

Lahuu mu’aqqibaatum mim baini yadaihi wa min khalfihii yahfazuunahuu min amril laah; innal laaha laa yughaiyiru maa biqawmin hattaa yughaiyiruu maa bianfusihim; wa izaaa araadal laahu biqawmin suuu’an falaa maradda lah; wa maa lahum min duunihiiminw waal.

Artinya: Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Dalam memahami ayat itu, Bung Karno mengatakan, bahwa meskipun dalam memohon kepada Allah SWT sepuluh kali satu hari, seratus kali satu hari, seribu kali satu hari sekalipun, misalkan dengan permohonan “Ya Allah Ya Rabbi, ya Allah, ya Rabbi, mohon satu masyarakat yang adil dan makmur, mohon rumah yang baik, mohon pakaian 7 lemari”. Maka sampai permohonan itu diucapkan hingga meleleh air mata sekalipun, Tuhan akan menjawab, Innallaha la yughayyiru ma biqaumin hatta yughayyiru ma bianfusihim. Ubah kau punya nasib sendiri, dan aku akan ubah engkau punya nasib.