Arab Dalam Bahaya, Rudal Balistik Yaman Mampu Bunuh Raja Salman

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pasukan pertahanan udara Arab Saudi mengklaim telah berhasil mencegat dan melumpuhkan lima peluru kendali alias rudal yang terbang menggempur di langit selatan wilayah kerajaan.

Dalam siaran resminya dilansir VIVA Militer, Senin 28 Juni 2021, militer Kerajaan Arab Saudi menyatakan berhasil mencegat rudal balistik yang ditargetkan untuk menghancurkan tiga basis militer.

Rudal balistik milik Angkatan Bersenjata Yaman dan Komite Populer yang ditembakkan dari wilayah Yaman itu telah ditargetkan untuk menghancurkan Kamp Garda Nasional Saudi di Najran, kamp militer di Bandara Internasional Abha dan Pangkalan Udara Raja Khalid di Kota Khamis Mushait.

Memang semua rudal balistik berhasil dicegat. Namun, ledakan dari tumbukan rudal dengan sistem pertahanan udara militer Kerajaan Arab Saudi cukup membuat situasi Kota Khamis Mushait mencekam, sebab rudal meledak di langit dan menciptakan suara ledakan besar yang terdengar hingga radius beberapa kilometer.

Sementara Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree menyatakan, rudal-rudal balistik yang ditembakkan ke wilayah selatan dari Kerajaan Arab belum rudal yang selama ini menjadi andalan Yaman.

Sebab, Brigjen Yahya Saree mengklaim pasukannya telah memiliki jenis rudal balistik yang memiliki kemampuan lebih mengerikan dari rudal balistik yang ditembakkan ke Khamis Mushait.

Brigjen Yahya mengatakan, rudal balistik baru milik Yaman dipastikan tak cuma mampu terbang beberapa kilometer saja, tapi bisa menembus sampai benteng utama Kerajaan Arab Saudi di Kota Riyadh. Rudal balistik itu bernama Zulfikar.

Rudal balistik Zulfikar ini dikatakan hasil produksi senjata dalam negeri Yaman, dan namanya diambil dari julukan pedang Nabi Besar Muhammad SAW.

Sejauh ini belum terlihat tanda-tanda Yaman bakal segera meluncurkan rudal balistik Zulfikar untuk menghancurkan jantung Kerajaan Arab Saudi. Jika Yaman benar-benar menggunakan rudal balistik ini, maka nyawa Raja Kerajaan Arab Saudi, King Salman Abdulaziz al-Saud terancam, dia bisa terbunuh oleh rudal itu.

Kemunculan rudal balistik Zulfikar memang sudah terendus oleh Arab Saudi dan sekutunya Amerika Serikat. Hanya saja dicurigai rudal itu adalah rudal balistik bernama Zulfikar buatan Iran.

Perlu diketahui, pada 2016, Iran telah merilis berhasil membuat rudal dengan daya jelajah mencapai 700 kilometer, dan diberinama Zulfikar.

Dugaan itu muncul seiring dengan hasil penyelidikan PBB terkait jenis rudal yang dipakai Yaman untuk meledakkan pusat minyak terbesar dunia, Aramco. PBB menyebut, rudal itu memiliki karakteristik dan desain rudal mirip dengan yang juga diproduksi Iran.

Perang antara Yaman dan Arab Saudi pecah setelah Houthi menumbangkan rezim yang didukung Arab Saudi. Sejak 2015, militer Kerajaan Arab membentuk pasukan koalisi dan melakukan penyerangan ke Yaman.

Dalam data yang telah diterbitkan Proyek Data Yaman, setidaknya sudah 18.500 warga sipil tewas dalam lebih dari 20.000 serangan udara koalisi Royal Saudi Air Force (RSAF).

Baca: Perang Pecah Arab Mencekam, Rudal Balistik Terbang di Selatan Kerajaan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel