Arab Saudi Eksekusi Mati 12 Orang dalam 10 Hari

Merdeka.com - Merdeka.com - Arab Saudi mengeksekusi mati 12 orang dalam 10 hari terkait kasus narkoba. Eksekusi ini dilakukan setelah vakum selama dua tahun. Demikian disampaikan organisasi HAM.

Eksekusi dilakukan sebagian besar dengan pemenggalan menggunakan pedang.

Telegraph melaporkan, para narapidana ini dihukum mati setelah dipenjara terkait dakwaan penyalahgunaan narkoba. Mereka termasuk tiga warga negara Pakistan, empat warga Suriah, dua warga Yordania, dan tiga warga Arab Saudi.

AFP melaporkan, total orang yang dieksekusi tahun ini sedikitnya 132 orang, melampaui jumlah eksekusi gabungan tahun 2020 dan 2021.

"Muhammad bin Salman berulang kali memuji visi kemajuannya, berjanji mengurangi eksekusi dan mengakhiri hukuman mati terkait kasus narkoba. Tapi saat eksekusi mematikan mendekati akhir, otoritas Saudi mulai melakukan eksekusi lagi terhadap narapidana narkoba, dalam jumlah besar dan diam-diam," jelas direktur organisasi HAM Reprieve, Maya Foa, dikutip dari Hindustan Times, Selasa (22/11).

Pada 2018, Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman atau dikenal dengan MBS mengatakan pemerintahannya berusaha "mengurangi" hukuman mati kecuali bagi terpidana kasus pembunuhan.

"Yang Mulia, Raja, tidak begitu saja menandatangani apa yang dia inginkan. Dia bekerja berdasarkan hukum, undang-undang," jelas MBS kepada majalah Time saat itu. [pan]