Arab Saudi-Indonesia Utamakan Kerja Sama Pendidikan

Solo (ANTARA) - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa bin Ibrahim al Mubarak mengatakan mengatakan pemerintahnya mengutamakan kerja sama bidang pendidikan untuk memperkuat hubungan bilateral dengan Indonesia.

"Semua bidang untuk pengembangan hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Indonesia memang penting, mulai dari hubungan agama, politik, dan ekonomi. Namun, pemerintah Arab Saudi akan lebih berkonsentrasi pada bidang pendidikan," katanya di Solo, Rabu.

Dubes Mustafa mengatakan hal tersebut pada kuliah umum dengan tajuk "Pengembangan Hubungan Bilateral dalam Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Indonesia dengan Arab Saudi" di Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah.

Ia mengatakan pemerintah Arab Saudi mengadakan nota kesepahaman dengan perguruan tinggi di Indonesia. Perjanjian yang dilakukan oleh kedua negara itu, akan membuka luas kerja sama antaruniversitas di dua negara.

Arab Saudi, katanya, saat ini menyediakan beasiswa yang bisa diakses oleh warga Indonesia untuk bisa berkuliah di negara itu.

Ia mengatakan setiap tahun terdapat beasiswa untuk 210 orang Indonesia yang berkuliah di Arab Saudi.

Selain itu, katanya, masih ada beasiswa sekitar 250 orang untuk jurusan di luar Bahasa Arab, Studi Islam, dan Kedokteran.

"Beasiswa ini bisa diterima untuk universitas yang ada di Arab seperti King Abdul Aziz, Ummul Qura, dan El-Qasim," katanya.

Selain pertukaran mahasiswa, katanya, kerja sama bilateral pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi dalam hal perguruan tinggi, juga ada pertukaran dosen.

Bahkan, katanya, Arab Saudi juga menyediakan lembaga pendidikan LIPIA di Jakarta. Lebih dari 1.200 orang Indonesia yang belajar di tempat itu.

Di tempat tersebut, katanya, orang Indonesia juga bisa mendapatkan pelatihan kursus bahasa Arab.

Bahkan, katanya, dalam waktu dekat Arab Saudi akan membuat cabang LIPIA di Kota Makasar, Medan, dan Surabaya.

"Ini semua adalah langkah untuk mendukung pendidikan," katanya.

Rektor UNS Ravik Karsidi mengatakan bahwa kerja sama antara Arab Saudi dengan UNS, seperti pembuatan Arabian Corner tergantung pada kesepakatan tersebut.

"Setelah ini, kita akan ke Masjid Nurul Huda UNS, setelah itu akan kita tunjukkan tempat ibadah lainnya untuk menunjukkan betapa UNS menghargai perbedaan agama," katanya.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.