Arab Saudi Kutuk Pembakaran Alquran oleh Ekstremis Sayap Kanan Swedia

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Arab Saudi mengutuk pembakaran kitab suci Alquran yang disebut dilakukan ekstremis di Swedia. Kecaman keras ini dilontarkan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin.

"Kementerian Luar Negeri mengungkapkan kecaman Kerajaan Arab Saudi atas pelecehan yang disengaja terhadap kitab suci Alquran, provokasi, dan penghasutan terhadap Muslim oleh beberapa ekstremis di Swedia," jelas kementerian tersebut dalam pernyataannya, dikutip dari Al Arabiya, Selasa (19/4).

"Kerajaan menekankan pentingnya upaya bersama untuk menyebarkan nilai-nilai dialog, toleransi, hidup berdampingan, menolak kebencian, ekstremisme dan pengecualian dan mencegah pelecehan semua agama dan tempat suci."

Pada Minggu, lembaga penyiaran publik Swedia, Sveriges Radio melaporkan unjuk rasa yang berujung ricuh di beberapa kota di negara itu selama akhir pekan, di mana polisi bentrok dengan para demonstran.

"Kekacauan bermula dari kemarahan publik terkait demo yang direncanakan oleh kelompok sayap kanan anti-Islam yang merencanakan membakar Quran saat mereka berkumpul."

Biang kerok pembakaran Alquran ini adalah politikus Swedia, Rasmus Paludan. Pemimpin Kelompok anti-Muslim garis keras ini membakar Alquran pada Kamis (14/4).

Dilansir AFP, insiden bermula saat Paludan membakar Alquran di area terbuka kota Linkoping, pantai timur Swedia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam.

Aksi Paludan memicu ratusan orang turun ke jalan untuk menentangnya, namun Paludan tetap melanjutkan aksinya.

Tindakan pembakaran Alquran di Swedia juga terjadi pada Agustus 2020. Aktivis sayap kanan membakar Alquran di kota Malmo, Swedia Selatan. Aksi ini memicu bentrokan dan kerusuhan setelah lebih dari 300 orang berunjuk rasa. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel