Arca Berbentuk Burung Garuda Ditemukan di Jombang

Editor Times Indonesia, Moh Ramli (MG-198), Muhammad Irfan Anshori

Hingga hari kesembilan, ekskavasi penemuan yang diduga situs peninggalan Kerajaan Majapahit di Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, yang dilakukan oleh BPCB Jawa Timur terbilang cukup sukses.

Selasa (17/9/2019), selain mengeruk tanah dan perluasan situs, BPCB juga menyelamatkan enam arca Jaladwara, salah satunya arca berbentuk burung garuda. Arca Jaladwara garuda tersebut ditemukan di sisi timur situs. 

Pantauan di lapangan, arca Jaladwara berbentuk burung garuda tersebut tak mengalami kerusakan sedikitpun. Dengan posisi berdiri tegap, mengepalkan dua sayapnya dan mulutnya menganga dengan kepala tampak gagah.

Ketua Tim eksavasi BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho mengungkapkan, arca Jaladwara burung garuda ditemukan pada Sabtu, 14 September 2019. Namun untuk saat ini, arca Jaladwara ini dalam proses penggalian karena masih tertimbun.

"Arca atau pancuran air ini sudah ada enam. Yang awalnya ada yang berkepala naga, dan sekarang ada yang bentuk burung garuda. Nanti arca ini akan kita dibawah ke kantor BPCB. Namun kalau nanti pihak desa meminta untuk diletakkan di sini (Desa Kesamben) ya harus mengajukan berita acara dulu, bahwa tempatnya layak dan aman," katanya.

Saat ditanya, apakah situs ini lebih tua dari candi Tikus di Desa Temon, Trowulan, Mojokerto, pihaknya belum bisa menjawab secara pasti. Namun dia meyakinkan bahwa situs ini hampir mirip dengan candi Tikus.

"Ya yang jelas untuk saat ini kami masih menduga ini adalah peninggalan kerajaan Majapahit. Dan agenda selanjutnya ini kami akan adakan penyedotan pasir di situs tersebut," ujarnya.