Archi Indonesia Genjot Eksplorasi hingga Kapasitas Pabrik Pengolahan Bijih Emas

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Archi Indonesia Tbk, salah satu perusahaan tambang pure-play emas (pure-play gold producer) terbesar di Indonesia, berencana mendorong kegiatan eksplorasi tambang demi menemukan cadangan baru. Perseroan juga akan menggandakan kapasitas pabrik pengolahan dalam lima tahun ke depan.

Tambang emas Toka Tindung yang terletak di Sulawesi Utara kelolaan entitas anak perusahaan PT Archi Indonesia Tbk yang sepenuhnya dimiliki Archi, yaitu PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya mencatatkan pertumbuhan volume produksi yang stabil sejak memulai produksi emas pertama kali pada 2011.

Selain itu, tambang tersebut juga berhasil memproduksi lebih dari 200 kilo ons (setara dengan 6,2 ton) emas per tahunnya sejak 2016, serta mencatatkan rekor produksi tertinggi yang mencapai 270 kilo ons (setara dengan 8,4 ton) emas.

Pada akhir Desember 2020, Tambang Emas Toka Tindung Archi memiliki cadangan bijih emas (bersertifikasi JORC) sebanyak 3,9 juta ons (setara dengan 121 ton).

Perusahaan baru melakukan eksplorasi dan penambangan dari sekitar 10 persen dari area konsesi yang memiliki total luas keseluruhan 40.000 hektar.

Dengan memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan tersebut, Archi berencana untuk mendorong kegiatan eksplorasi tambang dengan menargetkan area proyek Near-mine, Western Corridor dan Greenfields.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh pakar industri Energy and Mineral Technology International (ENMITECH), dan selanjutnya telah diverifikasi oleh konsultan industri independen, SRK Consulting Group (SRK).

Eksplorasi pada serangkaian proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan Cadangan Bijih Emas baru sebanyak antara 5,3 – 13,0 juta ons.

Dalam rangka menyelaraskan rencana Perseroan untuk mendorong aktivitas eksplorasi tambang serta meningkatkan prospek bisnis Perseroan, Archi juga akan meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan bijih emas yang dimiliki saat ini.

Dari 3,6 juta ton pada 2020, menjadi 8,0 juta ton hingga 2025. Peningkatan kapasitas yang direncanakan ini memungkinkan Archi mencapai produksi sebanyak lebih dari 450 kilo ons (setara dengan lebih dari 14 ton) emas per tahun.

Saat ini, Archi Indonesia tengah menjalani proses untuk melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu telah secara resmi diumumkan dalam Paparan Publik (Public Expose) Perseroan beberapa minggu lalu. Serta telah mendapat Pernyataan Efektif OJK pada Jumat, 18 Juni 2021.

Pangkas Jumlah Saham IPO

Paparan publik IPO PT Archi Indonesia Tbk (Dok: PT Archi Indonesia Tbk)
Paparan publik IPO PT Archi Indonesia Tbk (Dok: PT Archi Indonesia Tbk)

Archi berencana mencatatkan saham pada 28 Juni 2021 dengan kode emiten ‘ARCI’ dan harga awal saham sebesar Rp 750 per lembar SAHAM. Melalui IPO, Archi akan melepas sebanyak-banyaknya 3.725.250.000 lembar saham biasa. Mewakili sebanyak-banyaknya 15 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.

Jumlah saham itu lebih rendah dari yang ditawarkan sebelumnya pada 31 Mei 2021. PT Archi Indonesia Tbk akan menawarkan 4.967.500.000 saham ke publik.

Dalam aksi korporasi ini, Archi telah menunjuk PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, serta PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dari IPO ini.

Selain untuk pembayaran pokok pinjaman, Archi berencana untuk menyalurkan dana hasil IPO untuk peningkatan operasional dan modal kerja umum, sedangkan belanja modal untuk ekspansi bisnis dan operasional akan dibiayai dari kas internal perusahaan.

Wakil Direktur Utama Archi, Rudy Suhendra menyatakan, visi IPO perusahaan adalah untuk mengembangkan dan mengakselerasi rencana pertumbuhan bisnis serta meningkatkan tata kelola perusahaan.

Archi memiliki prospek potensi pertumbuhan yang sangat baik. Dengan mencatatkan saham Perseroan di BEI, Archi berkeinginan untuk mengakselerasi rencana pertumbuhan bisnis Perseroan serta lebih meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dengan memanfaatkan pengawasan secara langsung dari OJK dan BEI sebagai regulator, serta masyarakat secara umum,” kata dia dalam keterangan resmi, Senin (21/6/2021).

Manajemen Archi memiliki komitmen besar terhadap Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance/“GCG”) serta Tata Kelola Lingkungan, Sosial dan Perusahaan (Environment, Social and Governance/“ESG”).

Kedua komponen tersebut memiliki peran penting dalam fondasi manajemen dan bisnis Archi dalam menciptakan nilai kepada pemegang saham khususnya dalam IPO mendatang.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel