Archi Indonesia siap tingkatkan kapasitas olah tambang emas di Sulut

Satyagraha
·Bacaan 2 menit

Archi Indonesia (Archi), salah satu perusahaan tambang pure-play emas (pure-play gold producer) di Indonesia, siap meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan di Tambang Emas Toka Tidung, Sulawesi Utara guna mendongkrak kontribusi perusahaan terhadap perekonomian nasional dan lokal.

Wakil Direktur Utama Archi, Rudy Suhendra mengungkapkan peningkatan kapasitas pabrik tersebut yakni dari 3,6 juta ton per tahun pada akhir 2020 menjadi 8,0 juta ton per tahun pada akhir 2025.

"Kapasitas ini akan memungkinkan perusahaan untuk mencapai produksi sebanyak lebih dari 450 kilo ons (setara dengan lebih dari 14 ton) emas per tahun," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Imbal hasil obligasi dan "greenback" jatuh, emas terangkat 12,8 dolar

Ia menjelaskan, perusahaan kini telah mampu memproduksi lebih dari 200 kilo ons (setara dengan 6,2 ton) emas per tahunnya selama tiga tahun terakhir dan memiliki cadangan bijih emas sebanyak 3,9 juta ons per akhir Desember 2020.

Selain itu, tambahnya, Archi merupakan salah satu kontributor pendapatan negara terbesar di bidang pertambangan emas melalui pembayaran pajak dan royalti.

"Untuk itu kami memiliki rencana untuk terus mengembangkan operasional perusahaan demi meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap ekonomi nasional dan lokal," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rudy juga menyatakan sebagai salah satu perusahaan tambang pure-play emas terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, pihaknya berhasil mendapatkan hasil penilaian yang memuaskan terhadap usaha penerapan prinsip-prinsip aspek Environmental, Social and Governance (ESG).

Penilaian dan laporan itu dilakukan oleh PT Lorax Indonesia (Lorax), yang merupakan bagian dari Lorax Environmental Services Ltd, sebuah perusahaan konsultan lingkungan independen yang berbasis di Vancouver, Canada.

Baca juga: Archi Indonesia beri bantuan mobil laboratorium PCR ke Pemprov Sulut

Dalam menegakkan prinsip-prinsip ESG perusahaan, Archi beserta anak perusahaannya PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN) telah menjalankan berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Sulawesi Utara.

Program CSR itu diantaranya membantu menangani wabah COVID-19 dengan mendonasikan satu unit mobil Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Selain itu, MSM dan TTN juga telah mendonasikan paket sembako serta masker kepada lebih dari 8.000 kepala keluarga masyarakat sekitar lingkar tambang selama 2020.

Baca juga: Milenial beli emas murni bukan untuk investasi, ternyata ini alasannya

Baca juga: Airlangga: Pemerintah kaji pembentukan Bullion Bank untuk kelola emas