Archimedes: Matematika dalam Buku Doa

Syahdan Nurdin, Melaamelia09
·Bacaan 2 menit

VIVA – Di Konstantinopel atau sekarang namanya adalah Turki, ada Gereja Makam Suci yang ternyata memendam harta karun yang begitu berharga di bidang ilmu, baik dalam ilmu sejarah ataupun matematika. Diperkirakan peninggalan ini telah ada dari tahun 1200an SM.

Bagaimana sebuah buku Matematika dapat berubah menjadi doa, merujuk pada kisah bahwa di Gereja Makam Suci yang ada di Konstantinopel terdapat sebuah buku doa yang di bawahnya ada kata-kata yunani yang samar beserta gambar sebuah diagram aneh. Diketahui bahwasanya itu adalah salah satu karya dari Archimedes.

Mengapa karya Archimedes bisa berada di Konstatinopel dan menjadi sebuah buku doa, sedangkan ia berasal dari Yunani? Dalam buku Archimedes Mathematical Genius of the Ancient World karya dari Mary Grow mengisahkan di dalamnya tentang karya Archimedes yakni Kodeks menjadi sebuah buku doa, Mary Grow mengatakan bahwa Archimedes banyak mengirimkan manuskripnya ke Alexandria, Mesir. Dan di Alexandria karya-karyanya disimpan dan disalin dalam gulungan papirus.

Pada abad keenam lahirlah sebuah bahan tulis yang lebih tahan lama dibanding papirus namanya perkamen yang terbuat dari kulit binatang yang diregangkan dan dihaluskan.

Di Konstatinopel ada tiga karya dari Archimedes, yang pertama muncul pada tahun sekitar abad ketiga yang ditulis dalam perkamen. dari ketiga karyanya ini dua di bawa ke Eropa untuk disalin dan diterjemahkan dalam bahasa lain.

Dan untuk yang ketiga ternyata mempunyai cerita berbeda, setelah melakukan penulisan ulang dari papirus ke perkamen sekitar 1000 tahun sebelum masehi, lalu pada 200 tahun setelahnya kelompok agama di sana lebih menginginkan buku doa dibanding buku matematika, maka pada saat itu buku karya Archimedes dibongkar, tintanya dikikis, lembaran asli perkamen dibagi dua dan di sana dituliskan kembali doa-doa serta instruksi dalam ritual keagamaan dengan tinta yang baru.

Dalam buku the Archimedes codex karya Reviel Netz dan William Noel mereka menggambarkan proses dari pengalihan dari buku matematika menjadi buku doa, seorang juru tulis pada abad ke 13 sedang duduk di kursi dengan pena bulunya serta penggaris di depannya, sebelum ini juru tulis itu telah melakukan berbagai prosedur. Di samping sang juru tulis ada meja kecil yang disimpan di atasnya wadah tinta dengan di isi tinta hitam.

Sang juru tulis mengambil kertas perkamen, dengan susah payah dia menuliskan surat-suratnya. Perkamen itu ia simpan di pangkuannya dengan dialasi sebuah papan dan di depannya ada Kodeks yang siap dia salin.

Buku doa ini sebelumnya adalah salah satu karya Archimedes yang telah disalin di atas perkamen dan mengalami pengalihan fungsi pada 1200 sebelum masehi menjadi sebuah buku doa.