Ardelia Muthia Si Paskibraka Pembawa Baki Bendera Pusaka di Istana

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ardelia Muthia Zahwa, remaja dari Tebing Tinggi, Sumatera Utara, menjadi pembawa baki Bendera Merah Putih saat peringatan detik-detik proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 17 Agustus 2021.

Ardelia Muthia merupakan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang mewakili Sumatera Utara dan berasal dari SMA Harapan I Medan.

Perempuan kelahiran 6 Desember 2004 itu bersama Dika Ambiya Rahman sebagai pembentang bendera dari Provinsi Jawa Barat, dan Ridho Hadfizar Armadhani sebagai pengerek bendera adalah perwakilan Provinsi Lampung.

Ardelia membawa bendera pusaka yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo dari atas podoium dan kemudian dibentangkan di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Sedangkan tiga lainnya dari Kelompok 8 yang bertugas mengibarkan bendera ialah Aditya Yogi Susanto sebagai Komandan Kelompok 8 yang mewakili Provinsi Gorontalo.

Dinamai Tim Paskibaraka Indonesia Tangguh, pengibaran sangsaka Merah Putih tepat berkibar dan berdiri tegak, sekira pukul 10.23 WIB. Bersamaan dengan itu lagu “Indonesia Raya” ciptaan Wage Rudolf Soepratman dikumandangkan.

Paskibraka 2021, yang anggotanya berasal dari perwakilan masing-masing provinsi di Indonesia, dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Agustus 2021, di halaman Istana Merdeka, Jakarta. Sebanyak 68 pemuda telah mengucapkan Ikrar Putra Indonesia dan siap untuk menjalankan tugasnya.

Kolonel Pnb. Putu Sucahyadi didapuk menjadi Komandan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Dia kelahiran Denpasar, 9 Oktober 1977, dan lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1999. Kini dia mengemban tugas sebagai Asops Kosekhanudnas II Makassar.

Komandan Kompi Paskibraka ditugaskan kepada Kapten Inf Suryadi Nataatmaja. Dia adalah lulusan Akademi Militer tahun 2012, bertugas sebagai Danki Pandu Udara Denpandutaikam Brigif Para Raider 18/2 Kostrad.

Perwira upacara ialah Brigadir Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya. Dia lahir di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 10 November 1971, kini menjabat sebagai Kepala Staf Garnisun Tetap I/Jakarta. Dia lulusan Akademi Militer tahun 1993.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel