Area Pencarian Korban Sriwijaya Air SJ-182 Diperluas ke Pesisir

Hardani Triyoga
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito mengatakan tim gabungan lanjut melakukan pencarian korban Sriwijaya Air SJ-182 pada Senin hari ini, 11 Januari 2021. Area pencarian pun akan diperluas.

Bagus menggatakan dalam pencarian ini, operasi SAR akan memperluas area pencarian ke pesisir Kepulauan Seribu karena menyesuaikan arah arus.

"Jadi, kalau untuk besok (Senin, hari ini), fokus area masih tetap, hanya mungkin kita lebarkan ya. Mungkin kita sudah mengarah ke arah pesisir sesuai arus," kata Bagus dalam wawancara dengan tvOne yang dikutip VIVA pada Senin, 11 Januari 2021.

Bagus enggan bicara soal batas waktu pencarian korban karena masih terlalu dini. Dia bilang saat ini yang penting melaksanakan pencarian sesuai standar operasional prosedur atau SOP.

"Masih awal lah. Kita jangan bicara itu dulu. Kita fokus melaksanakan ini," ujar Bagus.

Dia menambahkan tim gabungan per Minggu kemarin, 10 Januari 2021, sudah berhasil mengumpulkan puluhan kantong yang di antaranya 16 potongan besar Sriwijaya Air SJ-182. Pun, ada juga 17 kantong berisi bagian tubuh jenazah korban.

"17 kantong jenazah yang berisi body part potongan tubuh korban," tutur Bagus.

Terkait kotak hitam atau black box, ia menekankan tim SAR juga akan memaksimalkan kelanjutan upaya pencarian. Ia menyebut sebelumnya KRI Rigel sudah mendeteksi dua sinyal yang diyakini black box Sriwijaya Air. Menurut dia, dua sinyal itu dari dua lokasi yang jaraknya terpaut hingga 200 meter.

"Jadi, titik sudah ditemukan KRI Rigel. Jarak sekitar 150 sampai 200 meter. Namun, ini kan d bawah. Kalau dengan arus dan segala macam, bisa tertutup lumpur, bergeser, Nah, kesulitannya di situ," sebutnya.

Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute dari Jakarta tujuan Pontianak yang mengangkut 62 orang dilaporkan jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu pada, Sabtu, 9 Januari 2021. 62 orang di pesawat tersebut terdiri 56 penumpang dengan rincian 46 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga orang bayi. Sisanya, 12 orang adalah kru pesawat.

Baca Juga: Wanita dan Dua Anaknya asal Kediri Jadi Korban Tragedi Sriwijaya Air