Arema FC Anggap Izin Liga 1 Momentum Uji Kepatutan Komjen Listyo

Riki Ilham Rafles, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVAArema FC berharap banyak kepada calon Kapolri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo untuk bisa menerbitkan izin keramaian Liga 1. Karena cuma dengan cara itulah, industri sepakbola Indonesia bisa berdenyut kembali.

Sejak ditangguhkan pada Maret 2020 akibat pandemi COVID-19, hingga sekarang kompetisi sepakbola Indonesia tidak aktif juga. Sempat muncul gagasan melanjutkan musim pada Oktober 2020, tapi tidak bisa dilakukan karena terganjal izin keramaian dari Kepolisian.

Ketika itu Kepolisian beralasan tingkat penyebaran pandemi COVID-19 masih tinggi. Karena itulah, lembaga negara yang dipimpin oleh Jenderal Pol Idham Aziz tak memberikan izin keramaian kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.

Dalam waktu dekat, Idham Aziz akan digantikan. Listyo menjadi calon tunggal yang diajukan pemerintah kepada DPR RI. Ketika terpilih, harapannya dia bisa memuluskan rencana digulirkannya kembali Liga 1.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji bahkan tanpa basa-basi menyebut soal izin keramaian untuk Liga 1 ini sebagai bentuk uji kepatutan untuk Listyo. Karena itulah dia optimistis apa yang diharapkan publik sepakbola Tanah Air bisa terwujud.

"Kita dari Arema FC berusaha untuk optimis sepakbola bisa digelar kembali. Karena itu adalah momentum fit and proper test pucuk pimpinan Polri," kata Sudarmaji.

“Kami memohon agar izin atas terselenggaranya kompetisi dengan tetap patuh kepada aturan pemerintah tentang protokol kesehatan bisa menjadi perhatian," imbuhnya.

Dia menambahkan, terkait kelangsungan kompetisi sepakbola Indonesia sejatinya jadi prioritas. Mengingat banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari sini.

"Sebab sepakbola ini menghidupi banyak orang, tentunya juga menjaga kelangsungan hidup klub juga banyak orang. Mulai pemain, pelatih, karyawan dan juga stakeholder lain seperti sponsorship, pemerintah daerah yang berharap pajak asli daerah juga televisi terkait hak siar. Karena itu, kita sangat berharap ada solusi alternatif dan bijak terkait kondisi sepakbola Indonesia," tuturnya.

Pada Jumat 15 Januari 2021, klub-klub Liga 1 menggelar pertemuan dengan PT LIB. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan oleh mayoritas yang hadir agar Liga 1 dimulai lagi untuk musim baru, yakni 2021. Gagasan PSSI untuk melanjutkan musim sebelumnya sebaiknya tidak digunakan.