Arema FC Bakal Tentukan Markas Baru Setelah Kepastian Sistem Liga 1 Musim ini

Bola.com, Jakarta Liga 1 musim ini kemungkinan besar akan kembali dilanjutkan. Pasalnya, sudah ada tiga opsi tanggal untuk kompetisi kasta teratas itu bergulir kembali.

Sementara itu, sistem kompetisi sedang dibahas lebih lanjut. Apakah bakal digunakan dengan skema bubble seperti saat pandemi COVID-19 musim lalu, atau tetap normal home and away seperti Liga 1 musim ini.

Dengan keputusan tersebut, Arema FC sebagai tim yang paling terimbas terkait Tragedi Kanjuruhan (1/10/2022) masih menunggu keputusan lebih lanjut.

Terutama mengani penentuan markas baru saat Liga 1 musim ini kembali dimulai. Sebab, Arema FC dijatuhi sanksi larangan bermain di kandang sendiri, Stadion Kanjruhan, sampai akhir musim.

 

Tunggu Format Kompetisi

Arema FC - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
Arema FC - Ilustrasi Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Ditambah semua laga kandang Arema FC harus digelar tanpa penonton. Seperti diketahui, dalam sanksi yang diberikan Komdis PSSI, Arema harus menggunakan kandang baru minimal berjarak 250 km dari Stadion Kanjuruhan.

"Kepastian di mana venue Arema akan segera dipastikan menunggu format kelanjutan kompetisi nanti," kata Komisaris PT Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT AABBI), Tatang Dwi Arifianto.

Keputusan tersebut cukup beralasan. Jika menentukan markas baru saat ini dan kompetisi dipastikan bergulir dengan sistem bubble, markas baru Arema FC itu akan sia-sia.

 

Kehilangan Pemasukan

Para pemain Arema FC merayakan gol yang dicetak oleh Abel Camara dalam leg pertama final Piala Presiden 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (14/7/2022) malam. Arema FC menang 1-0 atas Borneo FC dalam laga final pertama ini. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Para pemain Arema FC merayakan gol yang dicetak oleh Abel Camara dalam leg pertama final Piala Presiden 2022 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis (14/7/2022) malam. Arema FC menang 1-0 atas Borneo FC dalam laga final pertama ini. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pasalnya, sistem bubble berlangsung di tempat netral dan dipusatkan di satu wilayah. Saat ini sistem kompetisi memang masih jadi perdebatan, karena banyak klub merasa dirugikan.

Terutama tim yang punya basis suporter besar. Mereka bisa kehilangan pemasukan dari tiket pertandingan.

"Memang sampai sekarang masih menjadi bahasan. Namun kami yakin hal ini akan segera dipastikan," tambah Tatang.

 

Peluang di Jawa Tengah

Perlu diketahui, jika sistem kompetisi tidak menggunakan bubble, ada kemungkinan Arema bermarkas di Jawa Tengah. Tim Singo Edan tak bisa menggunakan stadion yang ada di Jawa Timur.

Lantaran dari segi jarak, Jawa Tengah yang memiliki stadion standar Liga 1 dan memenuhi jarak lebih dari 250 km dari Kabupaten Malang. Seperti Stadion Moch Soebroto (Magelang), Stadion Citarum (Semarang) dan masih banyak lagi lainnya.

Namun, Arema FC belum bisa membeberkan stadion yang jadi nominasinya. Mereka baru memutuskan jika sistem kompetisi sudah ditentukan PT Liga Indonesia Baru.

Simak Posisi Arema FC di Bawah Ini: