Arema FC Hanya Bisa Pasrah Ditinggal Para Pemain

Zaky Al-Yamani, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVAArema FC kehilangan dua pemain karena dikontrak oleh tim lain. Dua pemain ini berlabel Tim Nasional Indonesia. Pertama Hendro Siswanto pemain Timnas Senior dan kedua Titan Agung penyerang Timnas U-19. Hendro ke Borneo FC dan Titan ke Bhayangkara FC.

Media Officer Arema FC, Sudarmaji mengatakan klausul kontrak pemain Singo Edan rata-rata habis pada Februari hingga Maret. Alasan manajemen belum memperbaruhi klausul kontrak karena belum ada legal standing atau keputusan hukum dari PSSI tentang kompetisi musim 2021.

"Kontrak yang habis itu hari ini itu antara bulan Januari, Februari dan Maret. Sekarang kami diskusinya bahwa hari ini kompetisi ini belum ada legal standing. Karena itu Arema memilih menunggu. Kalau tahun lalu legal standing itu sudah ada melalui kongres. Kongres saja tahun ini akan diundur bulan setelah lebaran. Termasuk kompetisi," kata Sudarmaji, Jumat, 19 Februari 2021.

Sudarmaji mengatakan, untuk itu ketika mereka ditinggal banyak pemain manajemen tidak bisa melarang pemain untuk pergi dari Arema. Mereka menganggap, kepergian sejumlah pilar termasuk pelatih kepala Carlos Oliveira adalah konsekuensi dari ketidakpastian kompetisi.

"Maka kami menunggu kepastian soal legal standing itu. Untuk pemain-pemain yang merasa mungkin masa depannya ingin bersama klub lain tentu kami juga tidak bisa gandoli (melarang). Karena itu merupakan sebuah konsekuensi," ujar Sudarmaji.

Sudarmaji mengatakan, sampai saat ini manajemen masih menunggu kepastian kompetisi dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB). Meski dalam waktu dekat akan tampil di ajang pra musim Piala Menpora. Mereka akan memanfaatkan pemain-pemain yang ada.

"Mungkin klub-klub lain punya ekspektasi yang berbeda dengan Arema mereka punya ekspektasi tersendiri terkait tentang kompetisi itu akan berjalan," tutur Sudarmaji.