Arema FC Menolak Bertanggung Jawab jika Ada Pemain Cedera karena Terlibat Tarkam

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Tak adanya Shopee Liga 1 sebagai kompetisi profesional yang harus tertunda hingga awal 2021 mendatang membuat banyak pemain yang berkompetisi di dalamnya tergiur untuk bermain di turnamen antarkampung (tarkam). Arema FC menegaskan bahwa manajemen klub tidak akan bertanggung jawab terhadap pemainnya yang ikut dalam turnamen sejenis.

Selain untuk menjaga kondisi, para pemain yang mengikuti tarkam memang bisa mendapatkan pemasukan tambahan. Pemain Arema FC, yang sudah libur aktivitas tim sejak 30 Oktober lalu, tampak terlihat bermain dengan tim amatir di kampung halaman masing-masing.

Mengomentari kemungkinan para pemainnya tidak hanya sekadar berlatih dengan tim amatir, tapi mengikuti turnamen tarkam, General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, menegaskan pihaknya tidak akan bertanggung jawab terhadap potensi ancaman cedera yang bisa saja dialami para pemain karena terlibat dalam pertandingan tarkam.

"Saya sudah menyampaikan kepada tim pelatih. Kami tidak bisa melarang pemain ikut tarkam ketika libur seperti ini. Tapi, jika sampai mereka mengalami cedera saat tarkam, itu bukan menjadi tanggung jawab klub," tegas Ruddy Widodo.

Apa yang disampaikan General Manager Arema FC itu cukup beralasan. Mengingat ada beberapa kasus cedera yang cukup parah menimpa pemain profesional ketika nekat untuk mengikuti tarkam.

Hal itu menjadi berbeda jika sang pemain mengalami cedera dalam sesi latihan atau pertandingan bersama Arema FC. Tentu saja itu sudah menjadi tanggung jawab klub.

Saat ini belum terpantau pemain Arema FC yang mengikuti turnamen tarkam. Mereka hanya terpantau berlatih santai dengan tim yang berada di kampung halaman mereka masing-masing, seperti yang dilakukan Syaiful Indra Cahya, Ahmad Alfarizi, Jayus Hariono, dan pemain lainnya.

Harus Menjaga Kondisi dan Kesehatan

Kuncoro, sang tukang jagal Arema di era Galatama yang kini jadi asisten pelatih tim Singo Edan. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Kuncoro, sang tukang jagal Arema di era Galatama yang kini jadi asisten pelatih tim Singo Edan. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Bagi asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, para pemain justru lebih bagus berlatih di lapangan, sehingga kondisi dan ball feeling mereka tetap terjaga. Namun, ia juga berharap para pemain bisa menjaga kondisi dan kesehatan selama dalam masa pandemi COVID-19 ini, mengingat libur yang diberikan Arema FC tergolong lama.

Jika para pemain tidak berlatih sama sekali, tim pelatih harus memulai latihan lagi dari awal. Padahal sejak Agustus hingga Oktober lalu, Hendro Siswanto dkk. digembleng program latihan agar berada di performa terbaiknya. Sayangnya, kompetisi ditunda dan batal digelar Oktober lalu.

Rencananya, Arema FC bakal kembali menggelar latihan pada 30 November 2020. Namun, rencana itu bisa mundur lagi jika turnamen pramusim antarklub Jawa Timur pada Januari 2021 batal digelar.

"Kalau tidak ada turnamen pada Januari nanti, libur menjadi lebih panjang. Kemungkinan besar sampai Desember. Baru pertengahan atau akhir bulan itu latihan bisa digelar kembali," ujarnya.

Video