Arema FC Menyongsong Piala Menpora 2021: Jagoan Pramusim Menanti Hasil Regenerasi

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Malang - Di Piala Menpora 2021, manajemen Arema FC seperti mawas diri, enggan membebani tim meraih trofi juara, meski sebenarnya tradisi jagoan pramusim melekat pada diri mereka. Tim berjulukan Singo Edan tak mau muluk-muluk, tetapi berharap ada hasil maksimal dari program regenerasi.

Arema FC memang bisa dibilang masih jadi jagoan pramusim. Sederet trofi turnamen berhasil direngkuh. Terakhir, mereka jadi jawara Piala Presiden 2019 lalu.

Namun, musim ini mereka coba realisitis dengan materi pemainnya. Bukannya pesimistis, tapi Arema lebih banyak dihuni pemain muda. Hanya ada tiga nama yang memasuki kepala tiga, yakni Dendi Santoso, Ahmad Alfarizi dan M. Roby.

Selain itu, ada sejumlah gerbong pemain muda yang baru direkrut tahun ini. Seperti Ricga Febian, Wiga Brilian dan Sandy Ferizal dan pemain promosi dari Akademi Arema. Sementara pemain yang dilepas justru punya pengalaman dan potensi besar, seperti Syaiful Indra, Taufik Hidayat, Hendro Siswanto, Titan Fawwazi dan Nurdiansyah.

Kesimpulannya, Arema masih ingin mematangkan timnya di Piala Menpora. Mereka ingin melihat sejauh mana hasil regenerasi tim yang dilakukan.

"Seperti kami sampaikan sebelumnya. Ini turnamen pramusim. Sepakbola juga baru terhenti satu tahun. Jadi, kami tidak ingin muluk-muluk dulu. Tim ini masih berproses," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Selain dari komposisi pemain, Arema memercayakan komposisi pelatih dari jajaran asisten, yakni Kuncoro, Singgih Pitono dan Siswantoro. Ini jadi turnamen pertama bagi para asisten tersebut sebagai penanggung jawab tim secara teknis.

Piala Menpora 2021 juga jadi ajang 'ujicoba' pelatih lokal. Sebab, dalam tiga periode terakhir, Arema FC selalu memercayakan timnya kepada pelatih asing, yakni Milan Petrovic, Milomir Seslija, Mario Gomez dan terakhir Carlos Oliveira.

Perlahan Amati Lawan

Pemain Arema FC, Dendi Santoso dan Ahmad Alfarizi. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Pemain Arema FC, Dendi Santoso dan Ahmad Alfarizi. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Arema FC tergabung di Grup A Piala Menpora 2021. Mereka bakal tampil di Stadion Manahan, Solo. Dendi Santoso dkk siap menjalani partai pembuka 21 Maret mendatang melawan PSIS Semarang. Setelah itu, mereka harus meladeni Barito Putera dan Tira Persikabo. Sementara satu lawan lainnya, Persipura Jayapura menegaskan tidak ikut ambil bagian dalam turnamen ini.

Bagi Arema, tiga klub yang akan dihadapi punya kekuatan yang sama. Itu sebabnya, mereka menganggap duel di Grup A sangat menarik. Semua tim tak banyak bongkar pasang pemain sebenarnya. Tapi persoalannya, semua tim masih coba menemukan pakem permainannya kembali setelah tak merasakan atmosfer kompetisi setahun terakhir.

“Untuk saat ini kami fokus dengan persiapan tim sendiri. Kalau fokus memikirkan lawan dari sekarang, malah kacau nantinya. Tapi, mendekati even ini begulir, pasti harus mengumpulkan informasi tentang lawan. Begitu juga saat Piala Menpora berlangsung, kami lihat seperti apa kekuatan tim lawan di sana,” jelas Kuncoro yang saat ini didapuk sebagai pelatih kepala Arema.

Wajar jika Arema mengamati lawannya secara perlahan. Karena saat ini semua tim masih melakukan persiapan awal. Ada kemungkinan tiga tim lawan masih menambah komposisi materi di menit-menit akhir jelang turnamen.

Permainan Indah Bertumpu Bruno Smith

Bruno Smith dan Caio Ruan saat berlatih bersama Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Bruno Smith dan Caio Ruan saat berlatih bersama Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Sejatinya Arema ingin menampilkan permainan indah. Mereka berusaha memperlihatkan sepakbola yang enak ditonton. Sayang, skema itu belum bisa disiapkan. Karena sosok playmaker yang bisa menjalankan tugas itu masih belum bergabung. Yakni Bruno Smith. Gelandang 28 tahun asal Brasil itu sudah tiba di Jakarta sejak 8 Maret lalu.

Tapi sekarang dia harus menjalani karantina mandiri di ibukota. Jika kondisinya aman dari virus corona, Bruno bisa gabung dengan Arema pertengahan Maret ini. Sangat mepet dengan laga pertama Piala Menpora tentunya. Sementara tim pelatih belum bisa mengamati kondisi sang pemain saat ini.

“Kalau ada Bruno yang jadi playmaker, permainan akan lebih enak ditonton. Bermain dengan skill dan suplai ke striker bisa lebih terskema. Tapi kami harus siapkan opsi lain. Bermain tanpa playmaker. Jika kondisi Bruno belum siap, kami tidak akan paksakan dia,” jelas Kuncoro.

Bermain tanpa playmaker membuat Arema mengandalkan kecepatan dan sektor sayap. Karena Arema punya banyak pemain cepat. Kemungkinan tidak ada pemain yang berlama-lama menahan bola.

Skuat Arema di Piala Menpora

Wiga Brillian, pemain baru Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Wiga Brillian, pemain baru Arema FC. (Bola.com/Iwan Setiawan)
  • Kiper: Teguh Amiruddin, Utam Rusdiana, Kartika Ajie, Andriyas Francisco

  • Belakang: Bagas Adi, Caio Ruan, M. Roby, Ikhfanul Alam, Aji Saka, Rizky Dwi Febrianto, Ahmad Alfarizi, Didik Ariyanto, Sandy Ferizal.

  • Tengah: Bruno Smith, Seiya da Costa, Hanif Sjahbandi, Wiga Brilian, Jayus Hariono, Ricga Ferdian, Dendi Santoso, Ridwan Tawainella, Dave Mustaine, Vikrian Akbar.

  • Depan: Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, M. Rafli.

Video