Arema FC Tegas Mendukung Percepatan KLB PSSI

Bola.com, Malang - PSSI menyatakan akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Ini sesuai dengan rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) yang dibentuk pemerintah untuk mengawal kasus Tragedi Kanjuruhan.

Sejumlah vooters juga sudah menyatakan sikap mendukung digelarnya KLB. Sehingga pengurus PSSI yang sebelumnya kukuh mempertahankan kepengurusannya, kini melunak.

Arema FC voters dan peserta Liga 1 memberikan respon terkait rencana KLB. Manajemen tim berjuluk Singo Edan mendukung langkah PSSI untuk mempercepatnya. Manajemen Arema sudah mendapatkan surat resmi dari PSSI bernomor 4449/UDN/2853/X-2022 pada 29 Oktober 2022.

Kurang Puas

Pelatih Persikabo 1973, Djadjang Nurdjaman bersiap menyambut musim 2022/2023). (Bola.com/Nandang Permana)
Pelatih Persikabo 1973, Djadjang Nurdjaman bersiap menyambut musim 2022/2023). (Bola.com/Nandang Permana)

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa sebelum KLB digelar penetapan Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan. Selanjutnya, komite pemilihan terpilih akan menyusun tahapan menuju kongres luar biasa pemilihan.

Arema menilai bahwa percepatan KLB merupakan bentuk dari percepatan transformasi untuk menentukan roadmap sepak bola Indonesia ke depan.

“kami setuju mengikuti alur dan arahan yang mengatur tentang KLB,” tegas Komisaris Arema FC, Tatang Dwi Arifianto.

 

Sampaikan Terima Kasih Kepada Gilang

 

Tatang juga memberikan tanggapan terkait mundurnya Gilang Widya Permana dari posisi Presiden Klub.

Mewakili manajemen, Tatang menyampaikan beribu terima kasih atas dedikasi yang luar biasa kepada Gilang kepada Arema FC. Banyak perubahan yang dilakukan Arema FC terhadap performa Singo Edan di berbagai bidang. Tatang mengharapkan Gilang terus berkontribusi melalui saran dan masukan untuk kemajuan Arema.

Tentang langkah manajemen selanjutnya, Tatang akan menyampaikan sementara fokus pada penanganan tanggap darurat serta percepatan KLB

. “Arema FC akan kita minta untuk terus melakukan distribusi bantuan dan santunan untuk para korban musibah Kanjuruhan. Terkait struktural di manajemen pasca mundurnya presiden klub kemungkinan kita masih butuh waktu panjang untuk menbahasnya. Hal yang juga penting, kini kita juga fokus percepatan KLB di federasi agar sepakbola kembali normal,” tegasnya.