Arema FC Vs Persib di BRI Liga 1: Duel Tim Raksasa dengan Selisih Gol yang Minus

Bola.com, Malang - Dua tim besar Tanah Air bertemu pada pertandingan pekan kesembilan BRI Liga 1 2022/2023. Arema FC menjamu Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (11/9/2022). Namun, yang menarik kedua tim tak lagi bersaing di papan atas seperti pada musim lalu, tapi kini bersaing di papan tengah.

Bahkan yang lebih menarik, Arema FC dan Persib Bandung sama-sama memiliki minus untuk urusan selisih gol. Jumlah kebobolan kedua tim lebih banyak daripada gol yang mereka cetak.

Saat ini Arema FC minus satu gol, sementara Persib lebih buruk, minus tujuh gol. Artinya, ada yang kurang beres dari kedua tim ini.

Padahal pada musim lalu mereka bersaing untuk menjadi tim dengan jumlah kemasukan paling sedikit. Persib bahkan hanya kebobolan 22 gol dan menjadi tim dengan jumlah kebobolan paling minim, sementara Arema FC hanya kebobolan 25 gol.

Namun, dari delapan pertandingan pertama musim ini, Persib sudah kemasukan 19 gol dan menjadi yang paling banyak kebobolan. Sementara Arema FC sedikit lebih baik dengan jumlah 10 kali kebobolan.

 

Persoalan Utama

Teja Paku Alam. Kiper berusia 28 tahun ini telah dua musim memperkuat Persib Bandung. Meski gagal membawa Persib juara BRI Liga 1 musim ini, performanya di bawah mistar amat menjanjikan. Ia mampu membuat 13 kali clean sheet dari 24 laga dan hanya kebobolan 13 gol. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Teja Paku Alam. Kiper berusia 28 tahun ini telah dua musim memperkuat Persib Bandung. Meski gagal membawa Persib juara BRI Liga 1 musim ini, performanya di bawah mistar amat menjanjikan. Ia mampu membuat 13 kali clean sheet dari 24 laga dan hanya kebobolan 13 gol. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Jika melihat persoalan kedua tim yang kini cukup banyak kebobolan, Persib Bandung memang memiliki persoalan di posisi penjaga gawang. Kiper utama Persib musim lalu, Teja Paku alam, mengalami patah tulang telapak tangan sehingga harus absen cukup lama.

Teja sempat bermain saat menghadapi Borneo FC dan kebobolan empat gol. Setelah itu ia menepi lagi karena cederanya yang belum benar-benar pulih.

Persib pun mengandalkan kiper gaek, Made Wirawan, bergantian dengan Fitrul Dwi Rustapa dan Reky Rahayu. Ketiga kiper ini pun performanya belum meyakinkan sehingga Persib mudah kebobolan dibandingkan tim Liga 1 lainnya.

Sementara itu, Arema FC yang sebenarnya tidak mengubah komposisi pemain di lini belakang, termasuk kiper tangguh Adilson Maringa, juga tiba-tiba mudah ditembus oleh pemain lawan.

Tanpa perubahan di lini pertahanan, di mana Adilson Maringa dibantu oleh Rizky Dwi, Sergio Silva, Bagas Adi, dan Ahmad Alfarizi membuat permainan Singo Edan menjadi lebih mudah dibaca dan dipahami oleh pemain lawan.

 

Lini Depan Mentereng, tapi Belum Gacor

<p>Dua striker Persib Bandung, Ciro Alves dan David da Silva. (Bola.com/Erwin Snaz)</p>

Dua striker Persib Bandung, Ciro Alves dan David da Silva. (Bola.com/Erwin Snaz)

Bicara selisih gol yang minus, persoalan lain ada pada produktivitas gol. Sebenarnya lini depan kedua tim punya komposisi mentereng. Persib punya David da Silva dan Ciro Alves yang kualitasnya tak perlu diragukan lagi, di mana ada pelapis sekelas Ezra Walian.

Jika melihat pemain-pemain itu, seharusnya Persib bisa mencetak lebih banyak gol. Namun, sampai pekan kedelapan, jumlah gol mereka masih belum terlalu banyak, hanya 12 gol.

Itu sama dengan jumlah gol yang dicetak tim papan bawah, RANS Nusantara FC. Persoalannya, Persib terlalu bergantung kepada David da Silva. Saat ini ia mengoleksi tujuh gol, sementara Ciro baru satu gol.

Bisa jadi karena David bermain terlalu egois, di mana beberapa kali dia terlalu lama menguasai bola ketimbang mengopernya ke rekan yang berada di posisi yang lebih bagus di depan gawang.

Lini Serang Arema FC pun Tak Berbeda

Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan, berselebrasi setelah menjebol gawang RANS Nusantara FC dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (7/6/2022) malam WIB. Arema FC menang 4-0 dalam laga itu. (Bola.com/Iwan Setiawan)
Penyerang Arema FC, Dedik Setiawan, berselebrasi setelah menjebol gawang RANS Nusantara FC dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (7/6/2022) malam WIB. Arema FC menang 4-0 dalam laga itu. (Bola.com/Iwan Setiawan)

 

Sementara Arema FC lebih buruk lagi. Mereka masih mengoleksi sembilan gol, padahal Singo Edan mendatangkan striker Abel Camara dari kasta tertinggi sepak bola Portugal.

Nyatanya, striker asal Guinea Bissau itu baru mencetak dua gol. Sebenarnya Arema FC memiliki striker lokal dengan level Timnas Indonesia, seperti Dedik Setiawan, Hanis Saghara, dan Muhammad Rafli. Namun, ketiganya juga masih tampil di bawah performa terbaik.

Tentu ini menjadi persoalan serius Arema FC yang perlu segera dibenahi oleh pelatih barunya, Javier Roca, yang mulai memberikan lebih banyak program latihan finishing touch.

 

Posisi Arema dan Persib di BRI Liga 1