Arema Sambut Ketertarikan Manchester City

Liputan6.com, Malang : Arema Indonesia yang berlaga di Indonesia Super League (ISL) dilirik klub Liga Premier, Manchester City. Namun sejauh ini belum ada tawaran resmi yang datang dari The Citizens.

"Selama ini, pembicaran informal dengan mediator memang sudah sering dilakukan, tapi kami belum bertemu dengan pihak Manchester City sendiri," kata Media Officer Arema ISL, Sudarmaji.

Ia mengemukakan kalaupun pihak City ingin melakukan pembicaraan secara formal untuk menggali lebih dalam tentang Arema, manajemen juga sudah siap.

Sementara CEO Arema Indonesia Iwan Budianto sebelumnya mengakui belum lama ini memang ada pembicaraan dengan mediator City. "Mediator ini memang siap menjembatani kerja sama Arema dengan beberapa klub di Asia atau Eropa," tegas Iwan.

Menyinggung kemungkinan klub Liga Inggris itu untuk mengakuisisi Arema, Iwan menegaskan kemungkinan itu pasti ada dan terbuka lebar. Namun, akuisisi itu tidak mungkin secara penuh dan harus ada pembicaraan lebih lanjut dengan PT Pelita Jaya Cronous selaku pengelola Arema.

Iwan menegaskan pengelola tidak mungkin akan melepaskan mayoritas sahamnya, sebab pengelola masih ingin berupaya memajukan persepakbolaan di Tanah Air melalui tim yang dikelolanya.

Ia mengakui dari sisi bisnis memang sangat menguntungkan kalau ada kerja sama dengan Manchester City, apalagi kalau sampai diakuisisi. City bisa memperkuat branding klub dan menarik sponsorship.

Selain itu, lanjutnya, dampak positif lainnya adalah peningkatan kualitas pemain sepak bola di Indonesia. Pemain yang kurang bersinar dan tidak mungkin bersaing lagi di City bisa dimainkan di Arema.

Sementara bagi Arema sendiri, lanjut Iwan, tentu akan menyedot animo superter Arema (Aremania) akan semakin tinggi. "Mungkin faktor Aremania yang fanatik dengan Singo Edan inilah yang menjadi salah satu pertimbangan," tandasnya.

"Kita harus mengapresiasi secara positif apapun yang berkembang, termasuk isu akan diakuisisinya Arema oleh klub sekelas Manchester City. Kalau ini terealisasi, tentu akan memberikan motivasi bagi klub lain bahwa sebenarnya sepak bola kita ini cukup potensial," kata Iwan.(ant)