Arema Tak Ditinggal Sponsor, Meski COVID-19 Bikin Liga 1 Terhenti

Ridho Permana, Lucky Aditya (Malang)

VIVA – Pandemi Virus Corona alias COVID-19 membuat beberapa sektor terhenti atau tertunda aktivitasnya. Di dunia olahraga semua pertandingan dengan menghadirkan massa besar seperti sepakbola ikut terdampak COVID-19.

Liga 1 ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Situasi saat ini dianggap force majeure. Nyawa insan pegiat sepakbola lebih berharga dari sebuah pertandingan. Arema FC turut merasakan imbas dari pandemi COVID-19.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo mengungkapkan timnya sangat beruntung sebab sponsor yang menjalin kesepakatan di awal musim setia. Mereka tidak menarik diri dari daftar sponsor Singo Edan di musim ini. Mereka memilih tetap mengambil bagian, dan bersama-sama melawan penyebaran COVID-19.

"Kalau sponsor memang tetap pada komitmen. Tetapi ya untuk pembayarannya mengikuti liga bergulir. Jadi pilihannya manajemen harus mencarikan dana untuk membayar gaji pemain, pelatih dan staff klub," kata Ruddy, Minggu, 5 April 2020.

Soal gaji pemain sebenarnya, klub Liga 1 tertolong dengan keputusan PSSI. Federasi mengizinkan klub membayarkan gaji pemain dan stafnya hanya 25 persen dari nilai kontrak awal selama masa darurat COVID-19. Kebijakan itu, tertuang dalam Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020.

Ruddy Widodo pun menyebut timnya patuh atas keputusan PSSI. Manajemen Singo Edan bakal membayar sesuai keputusan PSSI sebesar 25 persen. Pemotongan gaji ini berlaku sejak bulan April, Mei dan Juni. Dia menjanjikan kepada seluruh pemain, pelatih dan staff bahwa gaji mereka tidak akan di bawah 25 persen sesuai keputusan PSSI.

"Kalau dipikir rugi, semua pasti rugi. Karena memang kompetisi tidak berjalan. Tapi manajemen berkomitmen membayar gaji pemain sebesar 25 persen dari kontrak awal," ujar Ruddy.

Baca: ?Pandemi Corona, Arema Yakin PSSI Punya Jalan Terbaik untuk Liga 1