Aremania Turun ke Jalan, Tuntut Yayasan Tuntaskan Dualisme Tim Arema

Yudhi Maulana, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVAaremania">aremania">Aremania melakukan aksi demonstrasi menuntut Yayasan Arema yang menaungi klub Arema untuk turun menyelesaikan dualisme berkepanjangan selama 9 tahun. Seperti diketahui PS Arema didirikan oleh mendiang Brigadir Jenderal TNI Acub Zaenal dan putranya Lucky Adriananda Zaenal pada 11 Agustus 1987 silam.

Namun, konflik dualisme yang terjadi pada kurun waktu 2011/2012 membuat tim Arema menjadi dua. Saat ini satu tim bernama Arema FC berlaga di Liga 1. Satu tim lainnya bernama Arema Indonesia berada di kasta terbawah Liga 3. Atas situasi inilah mereka dari gerakan Make Malang Great Again (MMGA) melakukan aksi unjuk rasa penyelesaian dualisme.

Massa aksi berasal dari kelompok suporter Aremania masing-masing pendukung Arema Indonesia dan Arema FC. Mereka kompak menyuarakan suara persatuan demi satu nama dan satu tim Arema di Indonesia. Aksi MMGA dimulai dengan longmarch dari depan Stasiun Malang menuju Gedung DPRD Kota Malang dan Balai Kota Malang, Senin, 16 November 2020.

Di depan gedung DPRD Kota Malang mereka meminta Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Kartika dan Wali Kota Malang Sutiaji yang sedang melakukan rapat paripurna untuk menemui massa aksi. Mereka juga melakukan orasi secara bergantian, sebagian lainnya membentangkan poster tuntutan kepada Yayasan Arema maupun PSSI.

"Pada dasarnya gerakan ini adalah gerakan bersama Aremania mengenai kondisi dan situasi Arema di Malang yang sudah terjadi sekitar 9 tahun. Selama itu tidak ada solusi tidak ada pemecahan sehingga kami terpecah belah Aremania beradu argumentasi sampai kapan akan terus begini," kata Juru Bicara aksi MMGA, Andi Sinyo, Senin, 16 November 2020.

Aksi damai Aremania ini, diikuti oleh sekitar 2 ribu suporter. Setelah melakukan aksi sekira 4 jam di depan Gedung DPRD perwakilan aksi MMGA ditemui oleh Ketua DPRD Kota Malang, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota Malang hingga Kapolresta Malang Kota.

"Di Indonesia Aremania sudah jatuh, mari kita bangun lagi dengan persatuan tuntutan kami adalah ingin organ yayasan yang tercatat di Kemenkumham dari 2015 datang ke Malang temui Aremania bicara baik-baik ada masalah apa sehingga Arema menjadi dua. Kedua kami ingin bapak-bapak kita Wali Kota, Kapolres, DPRD semua yang ada di Malang membantu kami untuk memfasilitasi mendatangkan mereka ke Malang," ujar Andi Sinyo.

Andi Sinyo mengatakan, selama 9 tahun dualisme di tubuh Arema. Telah membuat Aremania di akar rumput bergejolak. Mereka saling mengklaim kebenaran tim masing-masing. Untuk itu, gerakan MMGA diharapkan menjadi awal mewujudkan satu tim Arema di Indonesia.

"Kalau saya bilang kita semua rugi hati pikiran jiwa kita semua kita sangat rugi tak terhitung. Sampai kapan adik-adik kita harus berantem karena saling sindir yang dulunya kita satu saling merangkul. Maka hari ini harus selesai, sampai yayasan Arema datang sampai semua selesai satu Arema di Indonesia," tutur Andi Sinyo.