Arena terbaru Piala Dunia Qatar 2022 diresmikan

·Bacaan 3 menit

Al-Rayyan (AFP) - Qatar pada Jumat meresmikan stadion terbarunya untuk Piala Dunia 2022 yang disaksikan setengah dari 20.000 kapasitas penonton yang semuanya telah diuji untuk virus corona atau antibodi sebelumnya, tetapi dengan jarak sosial yang minimal.

Acara peluncuran stadion Ahmad Bin Ali, 24 kilometer (15 mil) barat ibu kota Doha, menandai aktivitas menyambut pesta olahraga terbesar di dunia sejak dimulainya pandemi.

Sementara itu di Selandia Baru, lebih dari 20.000 penggemar menghadiri Super Rugby Aotearoa enam hari setelah negara itu menyatakan dirinya bebas Covid. Jumlah yang sama menghadiri beberapa pertandingan Liga Sepak Bola Nasional di AS meskipun ada lonjakan infeksi dan kematian.

Penonton di Qatar dapat mengajukan permohonan untuk mendapatkantiket ke acara Jumat jika mereka dinyatakan positif antibodi virus, atau dites negatif untuk Covid-19 di klinik terakreditasi pada hari-hari sebelum pembukaan.

Penyelenggara mengatakan 10.000 kursi akan dipesan untuk setiap kategori di lapangan yang hingga Jumat dikenal sebagai Rayyan Venue.

Konsultan IT Qatar Ahmed al-Beharri, 25, mengatakan "itu adalah bukti kami mampu menyelenggarakan acara besar".

"Sudah lama sekali sejak saya tidak menyaksikan banyak orang," katanya kepada AFP.

"Saya tidak pernah menyangka akan ada 20.000 orang di acara seperti ini."

Lapangan dengan 40.000 kursi, yang akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan selama Qatar 2022 hingga dan termasuk babak 16 besar, menjadi tuan rumah final Piala Emir, kompetisi domestik sebagai pertandingan perdananya.

Favorit Al-Sadd, dilatih oleh mantan pemain Barcelona dan Spanyol Xavi Hernandez, mengalahkan tim Al-Arabi 2-1 di depan penonton, termasuk penguasa negara, Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani dan bos FIFA Gianni Infantino.

"Bahkan dengan kerumunan yang jauh secara fisik, saya bisa merasakan gairah para penggemar," kata Infantino. Acara tersebut bertepatan dengan Hari Nasional Qatar yang dalam dua tahun mendatang akan menjadi tanggal final Piala Dunia.

Meskipun peraturan ketat di dalam stadion yang mewajibkan penggunaan masker, penempatan kursi, dan larangan makan, jarak sosial tidak dilaksanakan di zona penggemar sebelum pertandingan dimulai.

Ribuan penonton, beberapa tidak bermasker, berkerumun di sekitar panggung untuk menonton breakdance dan penampilan Bollywood, sementara sebuah pertunjukan tidak berhasil meminta pennton untuk menjaga jarak aman.

Pertunjukan musik dan tarian tetap dilarang di bawah tindakan pencegahan virus yang ketat yang masih berlaku di beberapa tempat termasuk bar.

"Secara teori, tidak ada yang boleh terinfeksi (COVID-19)," kata salah satu penyelenggara saat dia menuju ke stadion menjelang pertandingan.

Petugas keamanan menyita makanan dan minuman serta pembersih tangan di bawah aturan yang melarang penggemar membawa cairan.

"Saya merasa sangat aman. Mereka meminta kami duduk dengan satu kursi kosong di antara kami untuk menjaga jarak sosial dan meminimalkan risiko penularan," kata Valentina, seorang mahasiswa Venezuela.

"Risiko infeksi dikurangi seminimal mungkin."

Qatar perlahan-lahan menyambut penggemar kembali ke stadion, memungkinkan kehadiran hingga 30 persen di Liga Bintang Qatar papan atas.

Qatar, yang telah menguji 43 persen dari 2,75 juta populasinya, telah mencatat 141.716 infeksi sejak awal pandemi dengan tingkat yang tinggi dikaitkan dengan pengujian agresif dan akomodasi yang tidak sehat bagi para pekerja konstruksi.

Namun hanya 242 orang telah meninggal karena virus dan tingkat infeksi baru per 100.000 selama seminggu terakhir adalah 37,7 - jauh turun dari puncaknya.

Menjelang pertandingan, arena di tengah stadion bersinar dengan berbagai motif warna-warni yang menunjukkan tema Qatar termasuk keluarga, gurun, dan flora dan fauna lokal.

Selain Ahmad Bin Ali, Qatar sejauh ini telah meresmikan stadion Al-Janoub dan Kota Pendidikan yang baru dibangun di samping arena Khalifa yang telah direnovasi. Stadion Lusail, Al-Bayt, Ras Abu Aboud dan Thumama tetap akan dibuka.

Kepala eksekutif Piala Dunia 2022 Nasser al-Khater mengatakan baru-baru ini bahwa semua stadion harus selesai pada akhir 2021 atau awal 2022.

Khater menyebut peluncuran itu sebagai "kesempatan lain untuk menguji kesiapan kami untuk Qatar 2022".