Ari Dwipayana sebut sungai pusat peradaban dan kebudayaan Bali

Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Presiden RI AAGN Ari Dwipayana mengatakan bahwa sungai atau tukad menjadi pusat peradaban para leluhur Bali sejak dulu.

"Tidak hanya di Bali, kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada di dunia juga membangun pusat kebudayaan di sepanjang sungai," kata dia melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Oleh karena itu, ujarnya, menjaga dan merawat sungai adalah bagian dari menjaga kehidupan manusia sekaligus membangun pusat peradaban masyarakat.

Hal itu disampaikan Ari dalam sambutannya pada seminar bertajuk "Pelestarian dan Pengembangan Cagar Budaya di Tukad Oos".

Aliran sungai, kata dia, menjadi daerah pusat pemerintahan, pusat spiritual dan juga pemukiman dari hulu ke hilir. Wilayah-wilayah yang dilalui sungai umumnya subur. Sehingga, orang-orang cenderung bermukim di sepanjang aliran sungai.

"Lembah Sungai Sindhu juga lebih dulu maju di bidang kebudayaan sebelum datangnya Bangsa Arya sekitar 1.500 tahun sebelum Masehi," ujarnya.

Hal itu ditunjukkan dari jejak peradaban manusia Bali di sepanjang lembah Sungai Petanu-Pakerisan. Beberapa prasasti berikutnya menyebutkan Singhamandawa (nama kerajaan) dan Singhadavala (ibu kota kerajaan, diperkirakan di Manukaya Tampaksiring, jelas dia.

Narasumber lainnya, Gubernur Lemhannas RI Andi Widjajanto mengingatkan pentingnya menjaga sungai. Tidak hanya bagi masyarakat Bali, tetapi juga masyarakat dunia.

Sebagian besar oksigen dihasilkan oleh terumbu karang, dan 40 persen terumbu karang dunia tumbuh di Indonesia. Khusus Bali, turut menyumbang 1,4 persen terumbu karang dunia.

Dalam mengkaji sungai, jelas dia, maka pendekatan yang digunakan harus transdisiplin. Mulai dari disiplin ilmu arkeologi, filologi, antropologis, sosiologi, hingga ekonomi.

Hal tersebut agar pendekatan dan upaya konservasi yang dilakukan benar-benar menyeluruh dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga: Yayasan Puri Kauhan Ubud tanam pohon Bodi saat Tumpek Wariga

Baca juga: Yayasan Puri Kauhan Ubud dan KAGAMA bersih-bersih sumber air desa adat

Baca juga: Yayasan Puri Kauhan Ubud luncurkan Program Pemuliaan Air di Tukad Oos

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel