Ari Wibowo Cerita Alasannya Pindah Keyakinan

Ichsan Suhendra
·Bacaan 2 menit

VIVAAri Wibowo menceritakan pengalaman masa kecilnya saat tinggal di Konstanz, Jerman. Ari Wibowo mengalami banyak hal di kota tersebut, salah satunya hal yang buatnya yakin untuk pindah keyakinan.

Ari Wibowo awalnya ikut keyakinan sang ayah sebagai seorang muslim. Lalu ada momen di mana Ari Wibowo merasa Tuhan memperkenalkan diri. Hal itu terjadi saat Ari berada di usia sekitar 9 sampai 10 tahun.

Berikut cerita Ari Wibowo.

Ari Wibowo menceritaskan pengalam,an tersebut saat berada di dalam channel YouTube Daniel Mananta. Di video berjudul Cerita Ari Wibowo Tentang Gereja Kecil Konstanz Di Jerman, hal itu terungkap. Hal itu bermula saat Ari Wibowo datang ke gereja bersama guru dan temannya di sekolah.

"Jadi gue kan waktu lahir ikut agama bokap, kemudian waktu gue di Jerman sebetulnya gue pernah ke gereja padahal gue non-Kristen tapi gue masuk ke gereja, dan Tuhan kayak pertama kali memperkenalkan diri ke gue," kata Ari.

Guru di sekolah Ari sata itu sudah menawarkan, apakah Ari dan dua orang teman muslim lainnya akan tetap di sekolah atau ikut ke gereja. Ari berpikir lebih baik ikut dan jalan bersama teman-temannya.

"Waktu itu, ada hari besar dan semua anak-anak sekolah saya harus kebaktian. Saya ditanya sama guru, mau ikut atau tinggal di sekolah. Saya enggak paham saat itu kebaktiannya untuk hari besar apa. Waktu di gereja, saya dan 2 orang teman muslim ini duduk di paling belakang," katanya.

Di saat itu, Ari Wibowo melakukan komuni untuk pertama kali. Saat itu ia belum mengerti sama sekali namun mulai merasakan ada yang berubah dalam dirinya. Ari Wibowo mengikuti suara yang menginag di kepalanya tersebut.

"Saya ikut antri ke depan, di Katolik itu enggak boleh, entah kenapa ikut ke depan, masuk, pegang wine, anggur, balik ke tempat, minum, entah kenapa ada suara di hati saya, di otak saya, ikut menyembah, ikutin," ujar Ari.

Setelah berdoa kemudian Ari merasa ada kehadiran Tuhan dan merasa disayang. Saat itu Ari Wibowo hanya bisa menyimpan hal itu sendiri dan tidak bisa membagikannya ke siapapun.

"Selesai berdoa gue lihat langit gue rasa indah banget, damai banget, dan ada sesuatu gue merasa disayang. Di situ gue sadar, kalau Tuhan itu ada dan dia sayang sama aku," kata Ari.