Arie Untung kenang pilot Sriwijaya Air SJ182 yang ternyata kakak kelas

Suryanto
·Bacaan 2 menit

Arie Untung menuliskan kenangan tentang sosok Kapten Afwan, pilot Sriwijaya Air SJ182. yang ternyata satu sekolah dengannya saat duduk di bangku SMA.

Arie Untung melalui akun Instagram pribadinya membagikan unggahan foto Kapten Afwan sambil menuliskan kenangan terhadap sosok pilot Sriwijaya Air SJ 182 tersebut.

"Capt H Afwan ternyata adalah kakak kelasku di @sman38.jakarta angkatan 85, beda jauh angkatannya belum sempat ketemu tapi banyak kisah-kisah baik mengenai beliau," tulis Arie Untung, dikutip Minggu.

Baca juga: Arie K Untung bagikan kenangan dengan Ustaz Arifin Ilham

Arie Untung menjelaskan bahwa sosok Kapten Afwan sebagai orang yang sabar dan sangat taat beribadah.

"Di kantor ternyata beliau adalah seorang ustadz, orangnya sabar banget, Selalu memakai kopiah putih. Selalu mengajak orang lain sholat, anaknya pun disekolahkan di sebuah SDIT di Cibinong, kalau mau terbang lari dulu ke musholla untuk sholat," ujar Arie Untung.


"Gak bersentuhan sama yang bukan mahrom karena sedang menjaga wudhu. Sering sedekah ke karyawan porter. Silahkan digeser kabarnya status terakhir wa nya adalah sebuah pengingat buat banyak orang," lanjut suami Fenita Arie itu.

Arie juga mengunggah foto yang diduga sebagai status WhatsApp terakhir Kapten Afwan yang menampilkan gambar Superman sedang salat dengan tulisan 'Setinggi apa pun aku terbang. Tidak akan mencapai Surga bila tidak shalat lima waktu'.

Baca juga: Arie Untung masih tunggu iktikad baik setelah ditipu

"Terlihat beliau sudah mempersiapkan banyak hal untuk pertemuannya dengan Allah," terang Arie Untung.

Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1) sore pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical miles di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Berdasarkan data manifest, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi. Sedangkan 12 kru terdiri atas, enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Baca juga: Afwan, Kapten pesawat Sriwijaya, perantau taat beragama

Baca juga: Permintaan maaf Kapten Afwan