Arief Poyuono Sebut Pelaku Korupsi Bansos yang Munculkan Nama Gibran

Dusep Malik, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Politikus Partai Gerindra, Arief Poyuono, menilai disebut-sebutnya nama anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dalam kasus korupsi paket bantuan sosial yang dilakukan mantan Menteri Sosial, Juliari Batubara, diduga diungkapkan sendiri oleh Juliari atau pihak yang terlibat dalam kasus ini.

Menurut Arief, Juliari memberikan keterangan dan menyebut nama Gibran agar Jokowi melakukan intervensi terhadap kasus tersebut.

Arief menilai, ketika nama anaknya disebut dalam kasus korupsi, Jokowi pasti memberikan perhatian khusus. Hal inilah yang diinginkan oleh pelaku yang juga merupakan kader PDI Perjuangan tersebut.

"Tuduhan pada Gibran yang merekomendasi tas bansos dibuat di Sritex bisa diduga dari hasil pengakuan para pelaku korupsi Bansos di KPK, termasuk Julian Batubara saat diperiksa KPK," kata Arief kepada wartawan, Selasa, 22 Desember 2020.

Arief menduga, Juliari ingin Jokowi melakukan intervensi dan membuat KPK tidak melakukan hal yang berlebihan pada Juliari. Seperti sebelumnya di mana Menteri koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berpesan ke KPK agar tidak berlebihan dalam suap benur lobster yang menjerat eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

"Agar diharapkan Jokowi melakukan intervensi ke KPK kayaknya, sehingga KPK tidak terlalu aneh-aneh dan berlebihan kepada pelaku korupsi bansos kayak pesan Luhut Binsar Panjaitan agar KPK jangan berlebihan dalam kasus Eddy Prabowo," ujar Arief.

Dalam kasus ini, Arief menilai Jokowi tidak akan tawar menawar dengan kasus korupsi. Diyakininya, Jokowi akan mampu bersikap tegas untuk menegakkan hukum kasus korupsi.

"Tapi yang namanya Jokowi mah no bargain dengan yang namanya korupsi. Sama dengan SBY yang no bargain juga saat besannya dikandangin KPK," ujar Arief.

Sebelumnya diberitakan muncul nama putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dalam kasus korupsi dana bansos eks Mensos Juliari Batubara. Gibran diduga memberikan rekomendasi pengadaan kantong bantuan sosial kepada PT Sritex dari yang sebelumnya direncanakan pengadaan kantong bansos tersebut untuk pelaku UMKM. (ase)