Ariel Tatum Susah Pacaran Gara-gara Idap Gangguan Kepribadian

Lutfi Dwi Puji Astuti
·Bacaan 1 menit

VIVA – Artis cantik Ariel Tatum mengungkapkan pengakuan mengejutkan saat tampil di sebuah acara yang dipandu Deddy Corbuzier dan ivan Gunawan. Ia mengaku memiliki gangguan kepribadian.

Ariel menceritakan, ia mengidap Borderline Personality Disorder (BDP) sejak usia 18 tahun.

"Jadi mungkin itu adalah suatu gangguan kepribadian. Bahasa Indonesianya kepribadian ambang. Ketika kita lagi ABG kan suka labil, butuh waktu yang panjang untuk mendeteksi itu," kata Ariel Tatum santai.

Diakui Ariel semenjak tahu mengidap BDP, ia merasa bahwa memang citra dirinya kurang jelas. Ariel juga mengaku mengalami masalah kelabilan yang berkepanjangan. Berikut pengakuan Ariel.

Namun, meski gangguan kepribadian itu diakui oleh Ariel, Deddy Corbuzier justru mengungkap bahwa BDP sesungguhnya bisa diartikan dengan istilah yang mudah dipahami.

"Borderline personality itu sebenarnya gampang, susah pacaran. Kalau pacaran cepet pindah pindah, cepet kesel sendiri, terus nyambung lagi," kata Deddy Corbuzier.

Mendengar hal itu, Ariel tak menampiknya. Namun, Ivan Gunawan yang juga menjadi host di acara tersebut justru mengatakan bahwa Ariel ketika memiliki kekasih dari pandangannya justru tak pernah sebentar.

"Kayaknya lama-lama deh," kata Ivan. Seperti apa reaksi Ariel Tatum mendengar hal ini?

Mendengar hal itu, Ariel Tatum justru mengakui, memang ketika menjalin hubungan dengan seseorang, perjalanan asmaranya tak pernah stabil. "Ehmm, tidak stabil, cuma untuk membangun hubungan romantis butuh perjuangan yang lebih dari orang lain kebanyakan. Untuk membangun hubungan romantis itu memang susah banget buat aku," jelas Ariel Tatum.

Tak cuma sulit membangun hubungan intim dengan seseorang, Ariel terang-terangan juga mengakui, sempat butuh bantuan profesional untuk mengatasi masalah gangguan kepribadiannya. Ini, lantaran gangguan kepribadian yang dimilikinya memiliki kecenderungan menyakiti diri sendiri.

"Waktu itu yang buat aku memutuskan bahwa aku butuh bantuan profesional adalah aku punya kecenderungan untuk self harm (menyakiti diri sendiri)" kata Ariel.