Arkeolog Inggris Temukan Seruling dari Tulang Hewan

Merdeka.com - Merdeka.com - Arkeolog dari Cotswold Archaeology menemukan seruling dari tulang saat penggalian di Teluk Herne, Kent, Inggris. Tim arkeolog tengah menggali situs seluas 61 hektar di wilayah tersebut.

Sebelumnya pada penggalian 2021 ditemukan ciri-ciri yang berasal dari Zaman Perunggu Akhir dan periode Romawi, serta bukti lebih lanjut tentang aktivitas abad pertengahan.

Sedangkan dalam aktivitas penggalian pada 2022 ditemukan parit dan lubang, dengan penanggalan tembikar yang menunjukkan aktivitas dari Zaman Perunggu Tengah-Akhir hingga periode Romawi, mungkin terkait dengan lanskap pertanian yang dikelola dengan pemukiman di dekatnya.

Tim juga menemukan dua parit yang membentuk selungkup bujursangkar besar yang tidak bertanggal, meskipun fungsinya belum dipastikan. Demikian dikutip dari laman Heritage Daily, Kamis (24/11).

Seruling berbahan tulang hewan ini ditemukan para arkeolog saat menggali lubang di situs tersebut. Seruling ini diyakini sebagai 'seruling fipple', kelas instrumen yang mencakup alat perekam modern.

Seruling tersebut diukir dengan terampil dari batang tibia domba/kambing dan memiliki lima lubang jari di bagian atasnya dan lubang ibu jari di bawahnya. Para peneliti mengatakan, seruling itu mungkin kehilangan beberapa bentuk corong, dan walaupun tidak lengkap, tapi terawetkan dengan sangat baik.

Tembikar abad pertengahan di dalam lubang bertanggal dari abad ke-12 hingga ke-15, yang mungkin menjadi indikator penanggalan seruling hingga penelitian lebih lanjut dilakukan. [pan]