Arkeolog Temukan Mumi Langka Berlidah Emas, Ternyata Kisah di Baliknya Mencengangkan

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim arkeolog dari Kementerian Pariwisata dan Barang Kuno Mesir berhasil menemukan mumi berlidah emas saat melakukan penggalian di situs kuno Quweisna necropolis.

Penemuan mumi berlidah emas dalam situs berisi ratusan makam dari periode berbeda dalam sejarah Mesir itu adalah penemuan langka. Tim arkeolog juga menemukan mumi-mumi lain memiliki jimat emas di dalam mulutnya.

Praktik menyalut lidah dengan emas kerap dilakukan penduduk Mesir kuno agar orang yang telah meninggal dapat berkomunikasi di alam kematian dengan dewa kematian Mesir Kuno, Osiris.

Sebelumnya penemuan terakhir praktik lidah emas itu ditemukan tim arkeolog Februari tahun lalu pada situs kuil Taposiris Magna di Kota Alexandria, Mesir. Temuan yang sama juga ditemukan Desember tahun lalu pada situs Oxyrhynchus, di Kota El Bahnasa, Mesir.

Mustafa Waziri, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala menyatakan mumi-mumi yang baru ditemukan itu berada dalam

kondisi pengawetan yang sangat buruk. Meski buruk, namun tim arkeolog berhasil menemukan beberapa mumi yang ditutupi lembaran emas tipis dalam peti mereka.

Bukan hanya mumi berlidah emas yang ditemukan, tim arkeolog juga menemukan artefak lain, seperti pot tanah liat, emas berbentuk scarab (kumbang) dan bunga, serta jimat dan bejana-bejana batu.

“Bagian nekropolis yang baru ditemukan memiliki gaya arsitektur yang berbeda. Penelitian awal tentang penguburan, mumi, dan koleksi penguburan, menunjukkan pekuburan ini digunakan selama tiga periode yang berbeda: akhir periode Mesir kuno, Ptolemeus, dan bagian dari periode Romawi,” jelas Ayman Ashmawi, kepala Sektor Purbakala Mesir kuno, dikutip dari Heritage Daily, Jumat (25/11).

Sebelumnya tim juga menemukan ratusan makam, peti mati batu, dan peti mati besar dari granit yang digunakan untuk memakamkan imam penting di situs kuno Quweisna.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]