Arkeolog Temukan Sarkofagus Berisi Jenazah Pejabat Penting Era Firaun Terkuat Mesir

Merdeka.com - Merdeka.com - Sarkofagus itu terbaring di dalam liang lahat, tidak terganggu selama ribuan tahun. Sekarang benda prasejarah yang berfungsi untuk menyimpan mayat itu ditemukan di bawah pasir dekat Kairo.

Penemuan ini membuat para arkeolog bersemangat, menyebutnya sebagai "penemuan dambaan" yang sangat signifikan.

Sarkofagus granit raksasa dengan prasasti itu didedikasikan untuk Ptah-em-wia, yang mengepalai perbendaharaan Raja Ramses II, firaun terkuat Mesir.

Sarkofagus itu ditemukan Ola El Aguizy, profesor emeritus fakultas arkeologi di Universitas Kairo, di Saqqara, sebuah pekuburan kuno sekitar 20 mil selatan Kairo. Tahun lalu, El Aguizy, yang mengepalai misi arkeologi di situs tersebut, menemukan pusara Ptah-em-wia. Sekarang dia menemukan ruang pemakaman bawah tanahnya dengan sarkofagus. Temuan ini bisa mengungkapkan lebih banyak tentang mereka yang memerintah Mesir setelah Tutankhamun, dikutip dari The Guardian, Minggu (2/10).

Di tengah area pemakaman, tim El Aguizy melihat sebuah poros vertikal, yang diperkirakan sebuah jalan menuju liang lahat. Tapi poros itu tertanam cukup dalam, sekitar 8 meter, sehingga membutuhkan waktu seminggu untuk menggali semua pasir di sekelilingnya, menggunakan ember yang dipasang pada tali kerekan yang dioperasikan dengan tangan. El Aguizy lalu masuk ke dalam ember tersebut dan dikerek ke bawah tanah menuju poros tersebut. Setelah tiba di bawah, dia kaget menemukan sarkofagus tersebut.

Menemukan sarkofagus lengkap di pusara aslinya merupakan hal yang sangat langka.

"Penemuan sarkofagus ini di dalam tempat aslinya di liang lahat sangat menggembirakan karena ini adalah sarkofagus pemilik makam, yang seringkali tidak demikian. Kadang-kadang sarkofagus itu untuk orang berbeda pada periode periode kemudian, ketika makam digunakan pada periode selanjutnya. Tapi kali ini tidak demikian," paparnya kepada The Observer.

Dia menjelaskan, gelar Ptah-em-wia yang tertulis dalam hieroglif menjelaskan kedekatannya dengan raja, membuktikan bahwa dia "memiliki peran sangat penting dalam pemerintahan saat itu."

Dia menambahkan, sarkofagus itu bertuliskan lambang dewa, termasuk dewi langit Nut pada tutupnya, menutupi dada dengan sayap terbuka untuk melindungi almarhum. Timnya sekarang akan mempelajarinya untuk mengungkap kisah lengkap kehidupan Ptah-em-wia. [pan]