Armada Perang Belarus Datang Dukung Rusia, Ukraina Terkepung!

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ukraina sepertinya akan segera berada dalam status terkepung. Sebab, salah satu negara sekutu Rusia yang tergabung dalam Organisasi Perjanjian Keamanan Bersama (CSTO), sudah menggerakkan armada perangnya ke perbatasan Ukraina.

Menurut laporan yang dikutip VIVA Militer dari Defense Blog, ratusan video yang membuat geger beredar di sejumlah media sosial. Konvoi kendaraan lapis baja dan tank-tank berat tertangkap kamera di sepanjang perbatasan Rusia-Ukraina.

Rupanya, pengerahan kendaraan perang itu adalah buah dari keputusan Alexander Lukashenko, yang tak lain adalah Presiden Belarus. Perlu diketahui, Belarus adalah salah satu negara sekutu Rusia. Belarus adalah satu dari enam anggota CSTO.

Ternyata, mobilisasi armada perang Angkatan Bersenjata Belarus ke perbatasan Rusia-Ukraina sudah dilakukan sejak pekan lalu.

Dalam data lain yang dikutip VIVA Militer dari Bild, Fakta lain terungkap. Militer Belarus tak hanya mengirim pasukannya untuk bergabung dengan Rusia di perbatasan. Akan tetapi, sebagian pasukan militer Belarus juga bergerak ke wilayah selatan, wilayah perbatasaan Belarus-Ukraina.

"Diktator Lukashenko juga menggerakkan tentara Belarus menuju perbatasan Ukraina (di sini 60 km sebelah utara perbatasan Rivne Oblast)," tulis jurnalis Bild, Julian Ropcke, di akun Twitter pribadinya.

Belarus adalah negara sekutu Rusia pertama yang mengerahkan armada perangnya, di tengah perseteruan Negeri Beruang Merah dan negara tetangganya itu.

Di sisi lain, Ukraina yang notabene adalah anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) diprediksi akan mendapat bantuan juga dari Inggris. Dalam laporan VIVA Militer Senin 19 April 2021, militer Inggris akan menggerakkan armada perangnya dari Laut Mediterania ke Laut Hitam.

Misi Angkatan Bersenjata Kerajaan Inggris itu kabarnya akan didukung oleh kapal perusak (destroyer) Type 45, kapal frigate Type 23, dan jet tempur siluman F-35 Lightning II buatan Amerika Serikat (AS).

Armada tempur militer Inggris kemungkinan akan memantau aktivitas militer Rusia, yang berencana memblokade Selat Kerch di Laut Hitam. Sementara, Rusia sudah memberikan pernyataan tegas ke sejumlah negara agar tidak menjual senjata ke Ukraina.