Armuji dorong pengembangan perpustakaan berbasis TI di Surabaya

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mendorong pengembangan sistem pelayanan perpustakaan berbasis teknologi dan informasi (TI) di Kota Pahlawan, Jawa Timur.

"Sekarang sudah banyak dikenal perpustakaan elektronik, buku elektronik hingga jurnal elektronik, sehingga kita harus mampu menyesuaikan," kata Armuji di Surabaya, Minggu.

Hal itu, lanjut dia, sudah sesuai dengan tujuan Pemkot Surabaya bersama DPRD Surabaya menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan agar layanan perpustakaan pada masyarakat secara cepat dan tepat, menyelenggarakan budaya gemar membaca hingga memperluas wawasan serta pengetahuan.

Baca juga: 461 taman baca masyarakat Surabaya terintegrasi digital

Armuji mengatakan, kemajuan Kota Surabaya harus diiringi dengan budaya ilmiah di tengah masyarakat, salah satunya dibangun melalui keberadaan perpustakaan.

Menurut dia, perpustakaan ini dapat menumbuhkan budaya gemar membaca, sehingga dapat mendukung dan dan meningkatkan kecerdasan kehidupan masyarakat.

"Sudah sepantasnya sekolah atau madrasah wajib menyisihkan paling sedikit lima persen dari anggaran operasionalnya untuk pengembangan perpustakaan berbasis teknologi dan informasi," kata Armuji.

Dia juga mengatakan, tren masyarakat terkini agar bisa ditangkap oleh penyelenggara perpustakaan, baik yang ada di bawah Pemkot Surabaya maupun pihak lain, agar bisa memprioritaskan pengembangan sistem layanan perpustakaan berbasis teknologi dan informasi.

Baca juga: Perpustakaan Herbal di Surabaya beri dampak positif warga setempat

"Taman bacaan atau perpustakaan yang sudah ada selama ini harus bisa dikemas sedemikian rupa untuk co-working space," ujar dia.

Armuji memastikan, Kota Surabaya saat ini memiliki 532 taman bacaan yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya. Semua itu sudah tersebar di balai RW, rumah susun hingga sejumlah taman kota.

Selain itu, kata dia, hingga saat ini sudah ada 461 taman bacaan dan perpustakaan di Kota Surabaya yang telah terintegrasi secara digital menggunakan DILS (Digital Integrated Library System).

Baca juga: Dinas Pendidikan Kota Surabaya terbitkan 1.000 buku karya guru

"Setahap demi setahap didorong pengembangan layanan perpustakaan berbasis digital ini agar memudahkan warga masyarakat," kata dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel