Armuji Harap Sedekah Bumi Bisa Jadi Daya Tarik Wisata

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Setelah berhenti selam dua tahun akibat pandemi COVID-19, sejumlah kelurahan di Kota Surabaya, Jawa Timur kembali menggelar sedekah bumi.

Di salah satu kegiatan sedekah bumi di RW IV Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, Minggu (21/11/2021), Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turut hadir. Dia mengatakan, "Sedekah bumi sebagai perwujudan syukur warga pada Allah SWT."

Sedekah bumi sebelumnya juga digelar di RW 3, eks-Dukuh Karangan, Kelurahan Babatan, Wiyung dan RW VI Kelurahan Lontar, Sambikerep pada Minggu (17/10), dilansir dari Antara.

Terlihat ancak atau tumpeng raksasa yang terbuat dari buah-buahan dan hasil bumi warga sekitar diarak sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkah yang diberikan.

Ancak yang membentuk Barongsai, Boneka Squidgame, Naga, Reog dan Virus Corona diarak mengelilingi kampung diringi musik disambut antusias oleh warga sekitar.

Wawali Armuji yang hadir dalam kegiatan sedekah bumi tersebut diminta warga untuk naik ke atas dadak merak untuk diarak keliling kampung.

Pada sambutannya, Armuji menyampaikan keinginan agar budaya luhur masyarakat Surabaya , khususnya yang ada di wilayah barat dapat terus dilestarikan.

"Pembangunan kota yang maju tidak ada artinya apabila tidak memiliki akar budaya yang kuat. Surabaya harus berkepribadian dalam budaya," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Daya Tarik Wisatawan

Armuji juga meminta agar camat dan lurah turut andil dalam upaya-upaya pelestarian kegiatan kebudayaan supaya dapat diwariskan secara turun temurun.

Hal sama juga dikatakan anggota Komisi A DPRD Surabaya Josiah Michael yang hadir di acara sedekah bumi. Ia berharao agar budaya yang telah ada turun menurun ini tetap dilestarikan karena telah menjadi bagian hidup masyarakat Surabaya khususnya Surabaya Barat.

"Anak muda tentu juga harus terlibat jangan sampai tidak. Ini kan perwujudan ungkapan syukur dan harapan masyarakat terhadap Yang Maha Kuasa jadi patut dilestarikan," katanya.

Menurut dia, budaya yang telah diwariskan para leluhur dan tetap dilaksanakan di tengah gemerlap kota metropolitan.

"Ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan di Kota Surabaya, baik asing maupun lokal. Saya berharap akan menjadi perhatian pemerintah kota dan dikembangkan sebagai wisata budaya. Tentu menarik bagi kalangan wisatawan," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel