Armuji Sumbang Rp 50 Juta untuk Legenda Ludruk Jatim Cak Kartolo

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Surabaya - Legenda ludruk Cak Kartolo kedatangan tamu Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Kedatangan orang nomor dua di Kota Pahlawan itu untuk memotivasi seniman ludruk ini agar tetap moncer di tengah krisis akibat pandemi COVID-19.

Wawali Armuji berharap Cak Kartolo mampu beradaptasi dengan dunia teknologi agar tidak kalah dengan seniman generasi muda yang mahir berkarya di dunia digital.

"Nanti Cak Kartolo bisa pakai YouTube, Instagram, atau media sosial lainnya biar generasi muda kita tahu ludruk," kata Armuji saat mengunjungi Cak Kartolo di kediamannya di Jalan Kupang Jaya 1, Surabaya, Senin, 6 September 2021, dilansir dari Antara.

Wawali Armuji menyampaikan hal ini karena Cak Kartolo dalam kondisi sulit secara ekonomi akibat pandemi, sehingga berniat menjual rumahnya.

Rumah Cak Kartolo yang dijual memiliki luas 440 meter persegi dan berada di Jalan Kupang Jaya 1. Rumah tersebut telah ditempati bersama keluarganya sejak 1984.

Cak Kartolo mengatakan sempat ada yang menawar rumahnya seharga Rp 6 miliar. Hanya saja, Cak Kartolo masih menunggu tawaran yang lebih tinggi lagi.

Sebenarnya, Cak Kartolo tidak mempermasalahkan harga yang ditawarkan asalkan dari hasil penjualan itu bisa cukup untuk membeli tanah dan dibangunkan rumah untuk anak dan lima cucunya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor [0811 9787 670](https://wa.me/628119787670?text=halo "") hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Bantu Rp 50 Juta

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Cak Kartolo merasa pemerintah tidak tinggal diam terhadap seniman tradisional yang terdampak ekonomi pandemi COVID-19. "Sebab saya juga terdata mendapatkan BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang sekali cair dapat Rp300 ribu itu," katanya.

Pada pertemuan itu, Armuji menjelaskan bahwa pandemi memang memberikan dampak yang luar biasa dalam berbagai aspek mulai dari pendidikan, ekonomi, sosial dan kebudayaan.

"Di Balai Pemuda Surabaya pun sekarang belum bisa menggelar pertunjukan seni. Tentunya hal Ini yang memaksa kita memutar otak agar bisa beradaptasi dengan kondisi," kata Armuji.

Armuji juga menyampaikan apresiasi atas kiprah maestro ludruk Kota Surabaya tersebut. Ia juga menceritakan sebagai pecinta ludruk, pada saat kecil seringkali menyaksikan pertunjukan ludruk dari kampung ke kampung.

"Saya apresiasi atas kiprah Cak Kartolo yang telah memberikan warna terhadap dunia ludruk di kota Surabaya hingga ke Suriname," ujarnya.

Menutup pertemuan itu, Armuji juga menitipkan pesan agar Cak Kartolo mencetak generasi penerus seniman ludruk. Sebelum meninggalkan rumah Cak Kartolo, Armuji menyerahkan bantuan pribadi sejumlah Rp50 juta sebagai bentuk perhatiannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel