Aroma Korupsi Proyek Pengadaan Mesin Penyamakan Kulit Kota Makassar

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Makassar Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Sulsel akan menurunkan tim menyelidiki adanya aroma korupsi pada proyek pengadaan mesin penyamakan kulit milik Kota Makassar.

"Segera kami selidiki kasus ini," tegas Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri via pesan singkat, Jumat (6/11/2020).

Diketahui, sejak diadakan pada tahun 2014, mesin penyamakan kulit milik Kota Makassar belum juga memberikan kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. Bahkan anggaran miliaran yang telah digelontorkan untuk mendukung pemanfaatan mesin tersebut dianggap sia-sia.

Tak hanya itu, pada tahun 2017 kabarnya Pemerintah Kota Makassar kembali memberikan anggaran sekitar Rp5 miliar dengan tujuan untuk memaksimalkan fungsi dari mesin penyamakan kulit tersebut.

"Sepertinya tidak berproduksi lagi dan gagal. Makanya kita tidak tambah lagi anggaran berikutnya," kata Irwan Djafar, legislator Kota Makassar asal Fraksi Partai Nasdem.

Meski demikian, ia mengaku tak ingat lagi sudah berapa total anggaran yang telah digelontorkan untuk memaksimalkan fungsi dari mesin penyamakan kulit yang selama ini diketahui telah dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Penyamakan Kulit Kota Makassar itu.

"Saya sudah lupa soal total anggaran untuk pengadaan mesin penyamakan kulit itu," ujar Irwan.

Telan Anggaran Puluhan Miliar

Mesin penyamakan kulit Kota Makassar tidak memberikan kontribusi ke PAD Kota Makassar (Liputan6.com/ Eka Hakim)
Mesin penyamakan kulit Kota Makassar tidak memberikan kontribusi ke PAD Kota Makassar (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Dari data yang dihimpun, proyek pengadaan mesin penyamakan kulit di Kota Makassar itu telah menelan anggaran puluhan miliar. Selain bantuan anggaran yang bersumber dari APBN pada tahun 2010 sebesar Rp 2 miliar lebih, bantuan anggaran APBD Kota Makassar kembali diberikan pada tahun 2014 sebesar 9 miliar lebih dengan rincian pada bulan April 2014 sebesar Rp3 miliar lebih dan bulan September 2014 sebesar Rp6 miliar.

Tak sampai disitu, dana kembali digelontorkan untuk pengadaan mesin penyamakan kulit tersebut sebesar Rp6 miliar lebih pada tahun 2015 dan kemudian berlanjut pada tahun 2017 diberikan anggaran sebesar Rp5 miliar lebih.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: