Arsitek Indonesia,Glenn Hartanto Mendapat Kepercayaan untuk Merancang Bangunan Bergengsi di Afrika

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Kabar baik bagi Indonesia, MorphAsia firma arsitek Indonesia yang didirikan sejak 2007 di Jakarta oleh Glenn Hartanto mendapat kepercayaan untuk merancang salah satu bangunan bergengsi, Mediacity Mauritius.

Bangunan ini akan mewadahi beragam fasilitas yang akan dimanfaatkan oleh para broadcaster, production house, creative agency, dan juga video game maker untuk menghasilkan materi digital dan inovatif untuk menjawab kebutuhan generasi peduli digital semakin tinggi di Afrika.

Walau dunia masih diterpa pandemi Covid-19, sebuah pengembangan baru diluncurkan pada awal April 2021 untuk merespon tumbuhnya kebutuhan generasi yang sangat paham digital dan juga mendukung semakin majunya industri kreatif online di Afrika.

MediaCity Mauritius adalah bangunan dan fasilitas premium yang diperuntukkan untuk mendukung akselerasi digital di Afrika. Bangunan ini juga akan menjadi wadah yang menghubungkan industri kreatif dan media di benua tersebut.

Pengembangan MediaCity Mauritius ini didukung oleh beberapa partner, yaitu broadcasting besar Broadcast Center Europe (BCE) sebagai partner teknis, Novaterra (Pengembang real estate terdepan di Mauritius), serta Pemerintah dan Dewan Pengembangan Ekonomi Mauritius. Perancangan Proyek penting dan ambisius ini dipercayakan kepada firma arsitek Indonesia, MorphAsia milik Glenn Hartanto.

MorphAsia sudah cukup berpengalaman merancang banyak proyek berskala besar dan ikonik. Beberapa karyanya adalah The Airport City (di dekat Bandara Internasional Soekarno Hatta, Cengkareng), Bukit Intan Lestari di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Pamulang MXD (mixed-use superblock), dan Aston Luwuk (hotel). Dengan sensitivitas dan riset yang menyeluruh, MorphAsia mampu menyampaikan solusi dan formula desain dengan menyesuaikan kondisi konteks hingga iklim di setiap proyek mereka.

Mr. Najib Gouiaa, pendiri dan General Manager MediaCity Mauritius sangat percaya pada pengembangan yang cerdas dan berkelanjutan. Beliau mengharapkan bangunan yang impresif dan ikonik sebagai refleksi dari visinya. MorphAsia secara serius dan mendalam melakukan riset untuk memahami konteks budaya dengan mengombinasikan desain modern yang ikonik dan sensitif terhadap alam.

MorphAsia adalah firma arsitek Indonesia yang didirikan sejak 2007 di Jakarta oleh Glenn Hartanto. (Foto: MorphAsia)
MorphAsia adalah firma arsitek Indonesia yang didirikan sejak 2007 di Jakarta oleh Glenn Hartanto. (Foto: MorphAsia)

MediaCity Mauritius

MediaCity Mauritius (Foto: MorphAsia)
MediaCity Mauritius (Foto: MorphAsia)

Letak MediaCity yang berada di dalam master plan BeauPlan Smart City memang mendedikasikan area yang luas untuk ruang terbuka hijau. Hal inilah yang menginspirasi MorpAsia untuk membuat courtyard garden di tengah bangunan dan sekaligus menjadi bagian integral dari keseluruhan konsep arsitektur modern yang diterapkan.

Desain bangunan ini begitu memperhatikan orientasi matahari dan arah angin siklon sebagai pertimbangan yang penting. Masa dan orientasi bangunan di dalam proyek ini dibuat sesuai dengan pemikiran ini seakan muncul dari tanah dan membingkai courtyard garden di tengah bangunan. Sebuah langkah yang seakan meniru eksistensi botanical garden yang ikonik dan berada tepat di seberang lokasi MediaCity Mauritius.

“Pada awalnya kami membuat bangunan modern yang tipis dan panjang agar bisa menciptakan area kerja yang mendapat banyak cahaya di siang hari dan memiliki keterhubungan yang kuat dengan area hijau di luar. Dengan bentuk masa yang tipis dan peletakan konfigurasi bangunan yang strategis, kami berhasil mendapatkan ruang yang memungkinkan bangunan bisa memiliki bukaan di dua sisinya. Untuk itu pemilihan panel kaca dan juga teknis pemasangan bingkai jendela aluminium yang tepat akan sangat mendukung optimalisasi desain ini. Dengan begitu, ventilasi silang di area kerja mampu secara optimal terwujud, sehingga meminimalkan penggunakan mesin pengondisian udara dalam setahun.” Glenn Hartanto, Principal MorphAsia menjelaskan detail dari desain untuk MediaCity Mauritius.

MorphAsia juga mengeksplorasi kemungkinan terwujudnya hubungan spasial yang kuat dan membangun pengalaman ruang dengan memanipulasi bayang-bayang di area courtyard di tengah bangunan dengan menciptakan façade yang sedikit condong ke arah courtyard. Ruang di dalam akan memiliki orientasi visual kea rah pepohonan di luar, sementara bangunan dengan material kaca yang reflektif mencerminkan tampilan daun-daun dari pepohonan di courtyard.

Perkawianan Gaya Modern dan Tropis

MediaCity Mauritius/ Foto: MorphAsia.
MediaCity Mauritius/ Foto: MorphAsia.

Desain bangunan MediaCity Mauritius ini adalah perpaduan antara arsitektur modern dan tropis yang berhasil menonjolkan potensi dari lokasi yang ada dan juga merespon lingkungan dengan baik. Desain simpel dan sepanjang masa ini terwujud dari bentukan geometri yang tegas dan memunculkan karakter dan impresi visual yang kuat.

“Kami selalu tertarik untuk membangun hubungan spasial yang kuat dalam beragam skala, urban, arsitektur, dan interior. Hal ini selalu menjadi karakter desain dan pencarian kami selama berarsitektur.” Glenn Hartanto menjelaskan.

MediaCity Mauritius dalam rancangan MorphAsia hadir dengan façade berjenjang yang sangat khas dan ikonik membutuhkan dukungan teknis terbaik dalam konstruksinya. MorphAsia menyadari kesulitan konstruksi dari bentuk geometris desain façade yang mereka rancang. Dengan desain yang sedikit miring, membutuhkan diskusi yang mendalam untuk memastikan eksekusi yang sempurna. Pembangunan fasilitas ini akan mewadahi banyak kegiatan yang menjawab tuntutan kreasi digital dan inovasi yang terus berkembang pesat di seluruh Afrika. Desainnya yang impresif dan ikonik merepresentasikan pemikiran modern dan semangat muda dalam kreativitas dan desain yang tak lekang waktu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel