Arsitektur Adalah Ilmu dalam Merancang Bangunan, Pahami Fungsi dan Jenisnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Pengertian arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Definisi lain dari arsitektur adalah proses dan produk dari perencanaan, perancangan, dan konstruksi bangunan atau struktur lainnya.

Arsitektur adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani “archeetectoon” yang memiliki arti pembangunan utama. “Arcee” memiliki makna asli, yang awal atau utama. Sedangkan, “Tectoon” berarti kokoh, stabil, dan tidak mudah roboh.

Secara umum, arsitektur adalah sebuah ilmu perancangan bangunan atau sistem pendirian bangunan yang mencakup struktur, konstruksi, dan dekorasi. Kegiatan arsitektur erat kaitannya dengan aktivitas pembangunan maupun konstruksi.

Kemudian apa fungsi arsitektur dan jenisnya? Berikut ini penjelasan mengenai arsitektur yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (10/1/2022).

Pengertian Arsitektur Menurut Para Ahli

ilustrasi arsitek (sumber: freepik)
ilustrasi arsitek (sumber: freepik)

Terdapat sejumlah pendapat mengenai pengertian arsitektur menurut para ahli, antara lain:

Marcus Pollio Virtuvius

Pengertian arsitektur adalah kesatuan dari kekokohan (firmutas) atau kekuatan, keindahan (venustas), serta fungsi (utilitas) atau kegunaan.

Banhart C.L. dan Jess Stein

Arsitektur adalah seni di dalam mendirikan sebuah bangunan, termasuk di dalamnya juga seperti segi konstruksi, perencanaan, dan juga penyelesaian dekorasinya, bentuk atau sifat bangunan, proses pembangunan, bangunan, serta kumpulan bangunan.

Van Romondt

Arsitektur adalah ruang yang menjadi tempat hidup manusia secara bahagia. Ruang artinya merujuk pada segala ruang yang terjadi akibat dibuat oleh manusia atau proses alam seperti naungan pohon, gua, dan masih banyak lagi.

Robert Gutman

Arsitektur adalah kulit ketiga manusia. Arsitektur adalah lingkungan buatan yang tak hanya menjembatani antara manusia dan lingkungan, melainkan juga wahana ekspresi kultural demi mengatur kehidupan jasmani, psikologis, dan juga sosial manusia.

Claudil

Arsitektur adalah sesuatu yang sifatnya personal, menyenangkan, serta memerlukan pengalaman. Arsitektur ialah hasil persepsi serta penghargaan manusia pada bentuk dan ruang. Ada 3 pengalaman arsitektur yaitu aspek emosional, fisikal, dan kebutuhan intelektual.

Fungsi Arsitektur

ilustrasi arsitek (sumber: freepik)
ilustrasi arsitek (sumber: freepik)

Selain untuk menciptakan suatu konstruksi bangunan yang fungsional, kokoh, dan estetis, secara umum fungsi arsitektur adalah sebagai tata bina yang turut menyeimbangkan lingkungan di sekitarnya. Berikut fungsi arsitektur yang dijabarkan secara lebih detail, antara lain:

1. Arsitektur memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, dan emosional baik itu spiritual maupun intelektual.

2. Menjawab tantangan akan iklim, masyarakat, kebudayaan, serta teknologi.

3. Menyeimbangkan aspek biologis dan psikologis karena membatasi tubuh manusia dengan alam.

4. Sebagai tempat beradaptasi manusia terhadap dunia yang ada di sekitarnya.

5. Tempat hidup dan berbagi karena setiap hari manusia menghabiskan waktunya di sana.

6. Membina lingkungan secara keseluruhan karena tidak hanya berperan sebagai objek tetapi juga proses.

7. Menunjukkan objek dan proses budaya seperti bangunan-bangunan bersejarah yang masih ada hingga saat ini.

Tujuan Arsitektur

Berikut ini terdapat beberapa tujuan arsitektur, antara lain:

1. Memiliki akses pencapaian ke bangunan yang mudah.

2. Menghadirkan estetika yang menggambarkan keseluruhan bangunan.

3. Menciptakan bangunan sesuai efektifitas biaya.

4. Membuat bangunan dengan mempertimbangkan fungsional dan operasionalnya.

5. Melestarikan bangunan bersejarah.

6. Merencanakan desain bangunan secara produktif.

7. Mendesain bangunan yang aman, ramah lingkungan, berkelanjutan.

Jenis-Jenis Arsitektur

Contoh arsitektur tropis. (dok. Arsitag.com/Dinny Mutiah))
Contoh arsitektur tropis. (dok. Arsitag.com/Dinny Mutiah))

Tak hanya mengetahui fungsi dan tujuan arsitektur, anda juga perlu mengenali jenis-jenis arsitektur. Berikut rinciannya:

1. Arsitektur Aerodinamis

Arsitektur aerodinamis merupakan jenis arsitektur yang mampu memanfaatkan aliran udara untuk menghasilkan kenyamanan panas yang sesuai untuk suatu bangunan. Aliran udara dimanfaatkan baik secara langsung melalui lingkungan maupun melalui tata ruang di dalam bangunan. Arsitektur aerodinamis juga dapat dihasilkan melalui pengaturan penggunaan bahan bangunan, perlindungan dari sinar matahari secara langsung, atau melalui reduksi hasil pendinginan aktif. Aliran udara berperan sebagai pendinginan pasif bagi struktur bangunan serta mengeluarkan udara panas yang membawa polusi dan mempercepat penguapan. Bangunan yang menerapkan arsitektur aerodinamis mempunyai efek sejuk dalam hal fisiologi dan psikologi. Proses pendinginan pasif pada arsitektur aeordinamis memanfaatkan prinsip konveksi maupun konduksi sinar matahari ke ruangan atau lingkungan lain.

2. Arsitektur Bioklimatik

Arsitektur bioklimatik merupakan jenis arsitektur yang melakukan perancangan bangunan berdasarkan pada hubungan antara bentuk bangunan, lingkungan dan iklim. Prinsip dasar dari arsitektur bioklimatik adalah penggunaan desain pasif surya dan bioklimatik yang hemat energi melalui penggunaan energi alami yang berasal dari lingkungan di sekitar bangunan. Arsitektur bioklimatik mengutamakan kondisi kenyamanan bagi penghuni atau pemakai bangunan. Konsep bioklimatik pada arsitektur pertama kali diperkenalkan pada tahun 1950 oleh Olygay. Penerapan praktis dari arsitektur bioklimatik baru mulai digunakan pada tahun 1963. Pada arsitektur bioklimatik, suhu dan kelembapan menjadi tolok ukur dalam menentukan tingkat kenyamanan pemakaian bangunan. Pengembangan konsep arsitektur bioklimatik merupakan akibat dari krisis energi dan perubahan iklim yang membuat manusia memerlukan teknologi arsitektur yang hemat energi dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan yang berubah-ubah.

3. Arsitektur Tropis

Arsitektur tropis merupakan jenis arsitektur yang sesuai diterapkan pada lingkungan yang memiliki iklim tropis. Jenis arsitektur tropis terbagi menjadi arsitektur tropis lembap dan arsitektur tropis kering. Pada arsitektur tropis, kenyamanan bangunan ditentukan oleh kondisi bangunan dan kondisi lingkungan di sekitar bangunan. Dari segi kondisi bangunan, struktur dan letak bangunan serta bahan bangunan menjadi faktor utama terhadap kenyamanan pemakaian arsitektur tropis. Sementara itu, suhu ruangan, kelembapan relatif, dan pergerakan udara menjadi faktor penentu dari segi lingkungan yang termasuk ke dalam kenyamanan panas. Arsitektur tropis merupakan bentuk penyesuaian bangunan dengan iklim tropis. Lingkungan yang sesuai untuk membuat arsitektur tropis ialah lingkungan yang selalu terkena sinar matahari, curah hujan yang banyak dan kelembapan yang tinggi. Penerapan arsitektur tropis juga pada tempat-tempat yang dekat dengan alam.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel