Arsul Sani Sebut Munarman Bisa Ajukan Praperadilan

Lis Yuliawati, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mengatakan, Komisi III akan terus mengikuti dan mengawal kasus penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Politikus PPP ini mengaku menghormati apa yang tengah dilakukan oleh pihak kepolisian.

Arsul menilai, tindakan Polri yang melakukan penangkapan kepada Munarman belum dapat dinilai melanggar atau tidak. Sebab proses hukum saat ini masih berjalan di kepolisian.

"Kami di Komisi 3 DPR RI akan mengikuti kasus Munarman ini secara seksama. Soal upaya paksa berupa penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 Polri tentu tidak bisa kita nilai pada saat ini, yakni terkait apakah Polri memiliki bukti-bukti permulaan yang cukup termasuk keterangan saksi-saksi, petunjuk, dokumen tertulis," kata Arsul kepada wartawan, Rabu, 28 April 2021

Arsul meminta masyarakat untuk bersabar dan menghormati proses hukum yang saat ini sedang berjalan.

Terkait hak-hak Munarman dalam kasus ini, Arsul menyebutkan, ada beberapa langkah yang bisa ditempuh. Munarman bisa saja mengajukan praperadilan.

"Kita tunggu dulu proses yang sedang berjalan seperti apa nantinya, apakah akan terus sampai proses peradilan atau tidak. Namun yang jelas, Munarman sebagai subjek yang dikenakan tindakan bisa menguji tindakan Polri ini melalui pra-peradilan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman telah diamankan oleh Tim Densus 88 Antiteror Polri, di Perumahan Modern Hills, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa, 27 April 2021.

Munarman diamankan karena diduga terlibat dalam jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).